SUKABUMITIMES.com — Masjid Agung Kota Sukabumi kini menyediakan layanan QRIS amal bagi jemaah sebagai upaya memudahkan sedekah non-tunai sekaligus mendorong transparansi pengelolaan dana umat.
Fasilitas ini merupakan hasil kerja sama antara pengurus Masjid Agung dengan Bank BJB Syariah Cabang Sukabumi.
Ketua Harian Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung Kota Sukabumi, AA H. Totong, mengatakan kerja sama tersebut telah dirintis sejak awal atas usulan bersama kedua belah pihak.
Menurutnya, kehadiran QRIS menjawab kebutuhan jemaah yang ingin bersedekah namun tidak membawa uang tunai.
“Sekarang jemaah bisa tetap bersodaqoh meski tanpa uang cash. QRIS ini sangat efektif dan memudahkan,” ujar Totong usai menerima secara simbolis totem QRIS dari Bank BJB Syariah di Masjid Agung, Jumat (23/1/2026).
Totong menegaskan, pengurus masjid membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak perbankan untuk berkontribusi dalam pengelolaan dana jariyah, termasuk melalui sistem pembayaran digital. Saat ini, Masjid Agung memang telah bekerja sama dengan sejumlah bank, namun BJB Syariah dinilai memiliki komitmen sejak awal.
“Ke depan, kami juga merencanakan kerja sama lanjutan, termasuk perbaikan infrastruktur masjid melalui program CSR. Prinsipnya, harus saling menguntungkan dan berdampak langsung bagi umat,” katanya.
Ia menambahkan, penggunaan QRIS tidak membatasi nominal sedekah. Jemaah bebas menyumbang berapa pun nilainya, dengan biaya administrasi yang sangat kecil, yakni sekitar 0,03 persen.
Sementara itu, Kepala Bank BJB Syariah Cabang Sukabumi Ari Chandra Sophan menyampaikan bahwa penyerahan totem QRIS ini merupakan bagian dari komitmen bank dalam mendukung pengembangan umat dan penguatan fungsi masjid.
“QRIS ini bisa dimanfaatkan untuk dana umat maupun operasional masjid. Kami sediakan satu rekening terpadu agar pengelolaan keuangan masjid lebih mudah, tertib, dan transparan,” ujar Ari.
Ia menegaskan, BJB Syariah siap mendukung berbagai bentuk kerja sama, sinergi, dan program pemberdayaan jamaah Masjid Agung Kota Sukabumi. Bahkan, pada tahun 2026, BJB Syariah menargetkan kerja sama serupa dengan masjid agung di setiap kota dan kabupaten.
“Masjid memiliki peran strategis dalam membangun umat. Karena itu, kami ingin hadir dan tumbuh bersama masjid,” pungkas Ari. (rus).





























