SUKABUMITIMES.COM – Harapan warga Kampung Gempol, Desa Cikadu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi untuk segera direlokasi kembali mencuat.
Pasalnya, hampir satu tahun mereka hidup dalam bayang-bayang bencana pergerakan tanah yang membuat rumah rusak berat dan tidak lagi layak huni.
Menanggapi persoalan tersebut, Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, buka suara. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam dan terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat terkait rencana relokasi warga terdampak.
Menurut Wabup Andreas, komunikasi intens dari pemerintah daerah melalui intansi terkait juga terus dilakukan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Sebetulnya koordinasi terus, termasuk Pak Sekda juga beberapa kali menghubungi BNPB. Tapi jawaban terakhir saya belum tahu karena belum ketemu dengan Pak Sekda,” ujarnya.
Meski demikian, Wabup Andreas memastikan pemerintah daerah tetap berkomitmen menepati janji untuk memberikan hunian yang lebih layak bagi warga.
“Insyaallah sebagai pemerintah daerah, kita selalu mendorong supaya kegiatan ini sesuai janji-janji harus ditepati, biar masyarakat kita bisa hidup lebih layak ke depannya,” tegasnya.
Wabup Andreas menambahkan, pemerintah daerah sebelumnya juga telah melaksanakan relokasi untuk warga di wilayah lain yang terdampak bencana.
“Alhamdulillah, kemarin juga yang dari daerah Jampang, Lengkong, kita sudah relokasi 28 KK. Insyaallah pembangunan dimulai bulan Januari dan dua bulan bisa selesai,” tuturnya.
Hal tersebut, lanjut Wabup Andreas menjadi bukti bahwa program relokasi bukan sekadar wacana, namun benar-benar dijalankan bertahap sesuai kesiapan lahan dan dukungan anggaran.
Meski dorongan relokasi terus dilakukan, Andreas tidak menampik adanya kendala krusial terkait status lahan yang akan digunakan untuk memindahkan warga. Menurutnya, setiap wilayah memiliki karakteristik berbeda, termasuk kepemilikan tanah yang harus diselesaikan terlebih dulu.
“Intinya begini, kita mengupayakan setiap wilayah itu kita koordinasi. Kalau itu lahan PTPN, kita koordinasi dengan PTPN. Kalau lahan Perhutani, kita koordinasi dengan Perhutani,” jelasnya.
Namun Wabup Andreas mengaku belum dapat memastikan lokasi yang akan dijadikan area relokasi bagi warga Kampung Gempol.
“Hal ini saya belum bisa memastikan di mana titiknya. Mudah-mudahan segera tertangani dan bisa terselesaikan. Insyaallah nanti saya dengan Pak Bupati bicara dulu supaya lebih enak ke depannya,” ucapnya. (stm)


























