SUKABUMITIMES.COM – Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus memastikan kondisi kesehatan warga terdampak bencana di wilayah Kecamatan Simpenan tetap terjaga.
Sejak Senin lalu, tim medis telah disiagakan di lokasi pengungsian SDN Kawung Luwuk, dengan pelayanan kesehatan yang berlangsung setiap hari.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Maskur Alawi, mengatakan penempatan tenaga kesehatan di Kawung Luwuk dilakukan secara berkelanjutan dan dipantau langsung oleh dirinya.
“Sejak hari Senin, tim medis dari Puskesmas Simpenan sudah kami tempatkan di sana. Setiap hari ada laporan yang masuk langsung ke saya dan terus saya pantau. Mereka bertugas dengan sistem shift harian, sehingga pelayanan tetap optimal,” ujar Maskur.
Maskur menegaskan, Dinkes akan terus membuka posko kesehatan di lokasi pengungsian dengan melibatkan berbagai unsur tenaga medis.
“InsyaAllah kami akan terus menempatkan dokter, bidan, perawat, serta tenaga kesehatan lainnya untuk melayani masyarakat di pengungsian,” tambahnya.
Terkait kondisi kesehatan pengungsi, Maskur menyebutkan keluhan yang muncul masih tergolong umum pascabencana.
“Keluhan yang muncul di antaranya gatal-gatal, diare, dan penyakit ringan lainnya. Secara keseluruhan kondisi masih terkendali. Namun untuk pencegahan, seperti paparan angin dingin, kami juga berkoordinasi dengan dinas terkait, misalnya untuk kebutuhan selimut dan perlengkapan pendukung lainnya,” jelasnya.
Menanggapi arahan Wakil Bupati Sukabumi agar layanan kesehatan tetap menjangkau warga yang terisolasi, Maskur menegaskan bahwa tenaga kesehatan siap menjalankan tugas kemanusiaan, termasuk ke wilayah terpencil.
“Prinsip kami sebagai pejuang kesehatan, masyarakat harus dilayani dalam kondisi apa pun. Namun, dalam penanggulangan bencana ada prinsip tiga A, yaitu aman diri, aman pasien atau masyarakat, dan aman lingkungan. Jika keselamatan nakes sudah terjamin, maka tidak ada alasan untuk tidak melayani, termasuk ke wilayah terpencil sekalipun,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Simpenan, Ade Setiawan, menambahkan bahwa pihaknya menerjunkan delapan personel tim kesehatan untuk membantu warga di pengungsian Kawung Luwuk.
“Hari ini kami fokus di Kawung Luwuk. Tim terdiri dari dokter, perawat, dan admin kesehatan. Total ada sekitar delapan orang yang kami turunkan untuk penanganan korban bencana. Alhamdulillah, seluruh warga yang dievakuasi sudah mendapatkan pelayanan kesehatan,” ujarnya.
Ade mengungkapkan, jumlah warga yang mendapatkan layanan kesehatan cukup signifikan.
“Hari ini kami melayani hampir 85 orang, sedangkan kemarin sekitar 15 orang. Diagnosa yang paling banyak adalah ISPA dan beberapa kasus kecemasan, akibat luapan air dan longsor,” jelasnya.
Untuk keberlanjutan pelayanan, Puskesmas Simpenan telah menyiapkan jadwal penjagaan tenaga kesehatan di lokasi pengungsian.
“Untuk batas waktu, kami masih menunggu koordinasi lanjutan. Namun kami sudah menyusun agenda penjadwalan hingga H+7 atau sekitar satu minggu ke depan. Kami siap berjaga setiap hari, apalagi ada dukungan pemberian vitamin sesuai arahan Pak Wakil Bupati,” pungkasnya. (stm)


























