SUKABUMITIMES.COM – Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, mengapresiasi kehadiran Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar, yang turun langsung meninjau lokasi bencana banjir bandang dan longsor di Kampung Pamokoan, Desa Sukarame, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Kamis (27/11/2025).
Dalam kunjungan tersebut, Menko PM Muhaimin Iskandar bersama jajaran kementerian, anggota DPR RI, DPRD Provinsi Jawa Barat, DPRD Kabupaten Sukabumi, Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi, serta sejumlah stakeholder melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah relokasi bagi warga yang terdampak bencana dan juga penanaman pohon serta pembagian paket sembako.
Zainul Munasichin mengungkapkan bahwa upaya relokasi ini bermula dari laporan salah satu tokoh pesantren, Ajengan Encep dari Ponpes Assalam. Ia menyampaikan bahwa terdapat 15 hingga 16 rumah warga yang mustahil dibangun kembali di lokasi lama karena hancur akibat longsor.
“Setelah mendapat kabar tersebut, saya langsung menyampaikan kepada Gus Muhaimin. Sebagian rumah memang sudah mendapat bantuan dari Kasad Jenderal Dudung. Namun masih ada 11 rumah yang belum tersentuh bantuan,” ujar Zainul.
Mendengar laporan itu, Menko PM Muhaimin Iskandar segera memerintahkan timnya untuk menggalang dukungan. Hasilnya, berbagai elemen masyarakat dan organisasi turut bergerak. Forum Silaturahmi Istri (FSI), Perempuan Bangsa, dan sejumlah pihak lain bergotong royong hingga terkumpul bantuan untuk membangun 11 rumah tersebut.
“Ini adalah bukti nyata dari kepedulian dan langkah cepat Gus Muhaimin. Beliau mengoordinasikan berbagai potensi baik dari pemerintah maupun pihak swasta,” kata Zainul.
Tak berhenti di situ, Zainul juga menyebutkan bahwa Deputi Menko turut mengoordinasikan bantuan dari Himbara, BSI, dan PNM. Bahkan lembaga-lembaga tersebut menyiapkan dukungan tambahan untuk pembangunan 35 rumah lainnya di luar jumlah rumah terdampak utama.
“Sebagai wakil rakyat dari dapil Sukabumi, saya sangat mengapresiasi sinergi ini. Gotong royong seperti ini harus terus digelorakan. Ketika pemerintah memiliki keterbatasan, masyarakat dan swasta bisa membantu, begitu pun sebaliknya,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Zainul juga menyinggung pentingnya melakukan tobat ekologis, yakni memperbaiki cara memperlakukan alam agar bencana dapat diminimalisasi ke depan.
Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan DPRD yang telah mengesahkan Perda Patanjala, sebuah regulasi berbasis kearifan lokal Sunda terkait penataan ruang dan mitigasi bencana.
“Metode Patanjala ini adalah warisan luhur masyarakat Sunda. Jika diterapkan konsisten, dalam 10 sampai 20 tahun ke depan, potensi bencana bisa ditekan secara signifikan. Saya kira ini satu-satunya perda berbasis kearifan lokal yang benar-benar menjawab tantangan ekologis,” jelasnya.
Zainul menutup pernyataannya dengan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menko PM Muhaimin Iskandar.
“Terima kasih Gus Muhaimin yang telah hadir dan memberikan perhatian besar untuk Sukabumi. Semoga selalu diberi kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan amanah dari Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.
“Kehadiran Menko PM dan kolaborasi lintas lembaga ini diharapkan menjadi langkah awal pemulihan dan peningkatan ketahanan masyarakat Cisolok pascabencana,” tandasnya. (stm)





























