SUKABUMITIMES.COM – Perbaikan Jembatan Kopeng di Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, ditargetkan rampung pada akhir Oktober 2025.
Hingga saat ini, progres pengerjaan jembatan tersebut telah mencapai 87 persen. Informasi itu disampaikan oleh tim teknis, Maulana, di lokasi proyek pada Selasa (30/9/2025).
Menurut Maulana, pekerjaan ini termasuk kategori Bencana Tidak Terduga (BTT), sehingga tidak memiliki kontrak kerja resmi seperti proyek pada umumnya. Perbaikan dilakukan sebagai bagian dari tanggap darurat menyusul kerusakan jembatan akibat bencana yang terjadi beberapa waktu lalu.
“Sejak awal kami targetkan rampung September. Namun karena ada kendala teknis di luar rencana, penyelesaiannya bergeser menjadi akhir Oktober,” ujar Maulana. Salah satu kendala utama terjadi pada saat pemasangan Wide Flange (WF).
Rencana awal, pemasangan WF menggunakan crane agar bisa selesai dalam waktu dua hari. Namun, akses crane tidak memungkinkan masuk ke lokasi. Akibatnya, pekerjaan dilakukan secara manual sehingga memakan waktu hingga dua minggu. Kondisi ini membuat jadwal mundur dari skenario awal.
Maulana menambahkan, perbaikan jembatan efektif dimulai pada Juli 2025. Kini pihaknya menargetkan pekerjaan tuntas pada minggu keempat Oktober.
“Kami tetap optimistis rampung sesuai target baru,” katanya.
Dari sisi anggaran, pekerjaan ini belum bisa dipastikan secara detail karena skema BTT mengharuskan perhitungan dilakukan setelah volume pekerjaan di lapangan benar-benar terpasang. Setelah itu, barulah dilakukan audit dan pengajuan. Kendati demikian, estimasi biaya perbaikan diperkirakan mencapai Rp2 miliar.
“Angka itu muncul karena struktur jembatan dibangun lebih kuat sesuai permintaan dinas. Kami ingin hasilnya bisa bermanfaat dalam jangka panjang,” ungkap Maulana.
Ia menambahkan, jembatan menggunakan konstruksi abutment dan WF standar nasional sehingga diharapkan awet untuk waktu lama.
Selain kendala teknis, faktor cuaca turut memengaruhi progres pekerjaan. Hujan deras yang terjadi beberapa waktu lalu sempat memicu longsor susulan di sekitar lokasi jembatan. Hal itu membuat aktivitas perbaikan terganggu.
“Kami berharap cuaca ke depan lebih bersahabat agar pekerjaan tidak lagi terkendala,” kata Maulana.
Di sisi lain, Direktur CV Putra Pakidulan, Hendri Suhendri, selaku pelaksana proyek, menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan pekerjaan dengan kualitas terbaik.
“Kami dipercaya pemerintah melaksanakan pekerjaan ini. Maka sudah menjadi tanggung jawab kami untuk memberikan hasil yang optimal dan berkualitas tinggi,” ujarnya.
Ia berharap, jembatan Kopeng nantinya tidak hanya mengatasi masalah akses masyarakat saat ini, tetapi juga menjadi infrastruktur yang andal dalam jangka panjang.
“Kalau kualitasnya bagus, manfaatnya bisa dirasakan warga hingga bertahun-tahun ke depan,” kata Hendri. (rus)
































