SUKABUMITIMES.COM – Gelombang tinggi di perairan selatan Sukabumi memakan korban. Dua perahu nelayan terbalik akibat dihantam ombak besar di perairan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, Rabu (5/8/2025) kemarin.
Dalam insiden tersebut, satu nelayan berhasil selamat, sementara satu lainnya dinyatakan hilang dan hingga kini masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.
Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Komandan Basarnas Pos SAR Sukabumi, Suryo Adianto, dimana perahu Moal Boros 03 dan Moal Boros 09 dihantam gelombang saat akan memasuki perairan Tegalbuleud.
“Satu korban ditemukan selamat, satu lagi masih dalam proses pencarian,” jelas Suryo, Kamis (7/8/2025).
Dijelaskan Suryo, peristiwa nahas ini berawal saat dua perahu nelayan asal Indramayu, masing-masing berangkat dari Pantai Palabuhanratu pada Jumat (1/8/2025) pagi untuk melaut di wilayah selatan. Namun, ketika kedua perahu tersebut hendak kembali ke pesisir Tegalbuleud pada Selasa malam sekitar pukul 22.00 WIB, ombak besar tiba-tiba datang dan menghantam kedua perahu hingga terbalik.
“Korban selamat bernama Hasidin (45), warga Desa Dadap, Kecamatan Indramayu, yang berada di atas perahu Moal Boros 03. Sementara rekannya, Hamdan (45), yang berada di atas perahu Moal Boros 09, belum ditemukan,” terangnya.
Lebih lanjut, Suryo mengatakan, dalan insiden tersebut, dua warga, yakni Ihin (50) dan Suminem (36), yang tinggal di Kampung Sinarbakti, Desa Buniasih, menjadi saksi pertama kejadian ini. Mereka menyaksikan perahu-perahu tersebut dihantam gelombang dari kejauhan.
“Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, Forkopimcam, dan relawan setempat langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari warga nelayan. Proses pencarian hingga saat ini masih berlangsung,” tuturnya.
“Kami telah mengevakuasi korban selamat dan melakukan asesmen bersama Forkopimcam Tegalbuleud. Pencarian terhadap korban hilang masih terus dilanjutkan,” tambah Suryo.
Adanya insiden tersebut, Suryo dan pihak tim Sar Gabungan menghimbau keras kepada seluruh nelayan agar lebih waspada saat melaut, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
“Kami imbau para nelayan untuk memperhatikan kondisi cuaca sebelum memutuskan melaut. Utamakan keselamatan,” tegas Suryo Adianto.
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih menyisir perairan Tegalbuleud dengan harapan bisa menemukan korban yang hilang dalam keadaan selamat. (stm)






























