Asrama Putra Pesantren Al-Kahfi Jampangkulon Ludes Terbakar, Kerugian Capai Ratusan Juta 

SUKABUMITIMES.COM – Bangunan asrama putra Pesantren Al-Kahfi yang terletak di Kampung Gemarasa, RT 01/01, Kelurahan/kecamatan Jampangkulon Kabupaten Sukabumi hangus terbakar.

Peristiwa kebakaran hebat yang meluluh lantakan bangunan asrama tersebut terjadi Kamis (31/7/2025) siang, api diduga berasal dari konsleting listrik di salah satu kamar kosong.

Kapolsek Jampangkulon, Iptu Muhlis, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 14.30 WIB dan baru berhasil dipadamkan sekitar dua jam kemudian.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun seluruh bangunan asrama putra yang sebagian besar berbahan kayu ludes terbakar. Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta,” ujar Kapolsek .

Dijelaskan Kapolsek Iptu Muhlis, kejadian bermula ketika lima santri Misbah (18), Diki (21), Alwi (17), Hasbi (14), dan Sehab (17) tengah beristirahat di dalam asrama sambil bermain ponsel. Salah satu dari mereka, mencium bau hangus dari kamar kosong di sebelah.

“Saat keluar kamar, saksi melihat ada percikan api dari kamar kosong. Ia langsung memberitahu teman-temannya dan mereka semua berlari keluar menyelamatkan diri,” terang Iptu Muhlis.

Namun naas, lanjut Iptu Muhlis api dengan cepat membesar dan melahap seluruh bagian bangunan hanya dalam waktu kurang dari 10 menit. Upaya pemadaman dilakukan oleh petugas pemadam kebakaran dari Posko Jampangkulon dan Surade yang dibantu oleh warga sekitar.

“Api akhirnya berhasil dijinakkan sekitar pukul 16.30 WIB, namun bangunan sudah dalam kondisi rata dengan tanah,” tuturnya.

Masih kata Iptu Muhlis, pihak forkompimcam Kecamatan Jampangkulon, P2BK, Karang Taruna, serta pemerintah desa setempat langsung melakukan asesmen ke lokasi dan mengevakuasi para santri.

“Sebagian barang sempat diselamatkan, namun banyak juga yang hangus terbakar. Saat ini para santri putra mengungsi sementara di masjid pesantren, sebagian lainnya dipulangkan ke rumah masing-masing,” tambah Kapolsek.

“Kami menghimbau masyarakat untuk lebih waspada, terutama terkait potensi bahaya kebakaran akibat cuaca panas ekstrem dan kondisi instalasi listrik yang tidak memadai,” tandasnya. (stm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *