SUKABUMITIMES.COM – Komitmen untuk memajukan pendidikan di Kabupaten Sukabumi kembali ditegaskan. Bupati Sukabumi Asep Japar (Asjap) secara resmi membuka Rapat Koordinasi Dewan Pendidikan Kabupaten Sukabumi bersama organisasi mitra strategis seperti PGRI, KKKS, dan MKKS di Pendopo Sukabumi, Selasa, 29 Juli 2025.
Dalam sambutannya, Bupati Asjap menyampaikan pentingnya menjadikan rapat koordinasi ini sebagai ruang strategis untuk menyatukan langkah dan menyelaraskan persepsi seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
“Kita butuh sinergi kuat, karena pendidikan yang bermutu, merata, dan berkeadilan tak bisa diwujudkan tanpa kolaborasi,” ujarnya penuh semangat.
Menurutnya, Dewan Pendidikan bersama PGRI, KKKS, MKKS, serta mitra lainnya berperan sebagai simpul komunikasi dan penggerak transformasi pendidikan daerah.
“Ini momentum kita bersama untuk menunjukkan bahwa Sukabumi mampu menjadi daerah unggul dalam pendidikan,” tegas Bupati Asjap
Ia pun menekankan bahwa pendidikan adalah fondasi utama pembangunan bangsa. Oleh sebab itu, dibutuhkan kerja sama lintas sektor, dari pemerintah, satuan pendidikan, tenaga pendidik, hingga masyarakat luas.
“Mari kita berikan yang terbaik untuk masa depan generasi Sukabumi,” lanjutnya.
Rapat koordinasi kali ini juga menjadi forum penting menjelang pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Dewan Pendidikan yang akan digelar pada Oktober mendatang.
Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Djadjang Rustandi, menekankan pentingnya menjaring berbagai aspirasi dan gagasan dari daerah.
“Kami tidak ingin datang ke Rakornas dengan tangan kosong. Di forum ini, kita serap berbagai usulan dari seluruh mitra untuk disuarakan secara nasional,” kata Djadjang.
Ia mengajak seluruh elemen organisasi pendidikan untuk aktif menyampaikan masukan yang konstruktif.
Menurutnya, banyak tantangan yang harus dihadapi bersama, mulai dari peningkatan mutu pendidikan, digitalisasi sekolah, hingga penguatan karakter dan akhlak peserta didik. Oleh karena itu, ia menilai forum ini sangat strategis dalam menentukan arah kebijakan pendidikan ke depan.
Antusiasme peserta pun tampak tinggi. Sejumlah perwakilan organisasi menyampaikan gagasan, mulai dari penguatan kompetensi guru, pemerataan fasilitas pendidikan, hingga perlunya revitalisasi peran orang tua dan masyarakat dalam proses belajar-mengajar.
Dengan suasana yang penuh dialog dan keterbukaan, rapat koordinasi ini menjadi simbol kuatnya tekad bersama membangun pendidikan Sukabumi yang tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membentuk karakter dan daya saing anak-anak bangsa.
Langkah konkret yang diambil dalam forum ini menjadi harapan besar bagi lahirnya kebijakan nasional yang berpijak dari realitas dan kebutuhan daerah. Kabupaten Sukabumi pun siap menjadi pelopor transformasi pendidikan yang berkelanjutan dan berkeadilan di Indonesia. (rus)






























