Asesmen Literasi dan Numerasi MPLS Bukan Penentuan Kelulusan, Mukti: Mengetahui Kemampuan Baca Tulis Siswa Baru 

SUKABUMITIMES.COM – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengungkapkan dan sekaligus mengingatkan, bahwa asesmen Literasi dan Numerasi pada Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) Ramah tahun ajaran 2025/2026 bukanlah penentuan kelulusan siswa baru.

Hal ini diungkapkan oleh Abdul Mu’ti usai acara Peluncuran MPLS Ramah bersama Penerima Beasiswa ADEM di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta, Jumat.

Ia menegaskan bahwa hasil asesmen tidak memberikan pernyataan status lulus atau tidak lulus kepada para murid baru sehingga tidak akan mempengaruhi kelulusan mereka pada jenjang berikutnya.

“Asesmen literasi dan numerasi jangan dimaknai sebagai tes ya, asesmen ini lebih kepada semacam preliminary (pendahuluan) saja untuk mengetahui kemampuan membaca (dan) menulis mereka itu setingkat apa,” kata Mendikdasmen Mu’ti.

Sebaliknya, ia menerangkan hasil asesmen tersebut akan digunakan para guru untuk memetakan kemampuan membaca dan berhitung siswa di tahap awal pendidikan pada jenjang yang baru.

Hasil asesmen ini, lanjutnya, akan menjadi masukan bagi guru untuk mengorganisasi metode pembelajaran agar materi yang diberikan sesuai dengan tingkat kemampuan sekaligus memastikan para siswa tidak ada yang tertinggal.

“(Hasil asesmen) itu menjadi input bagi guru untuk nanti mengorganisasi pembelajaran, yang kurang mungkin perlu nanti ada semacam bridging (persiapan lebih) untuk mereka siap supaya nanti tidak tertinggal,” imbuhnya.

Mu’ti mengatakan kehadiran asesmen literasi dan numerasi itu berangkat dari temuan langsung serta video yang beredar terkait ada beberapa siswa SMP-SMA yang belum dapat membaca atau berhitung sehingga tidak jarang menjadi kendala pula bagi guru.

“Ada kritikan yang seringkali kita dengar, kita juga terima videonya, misalnya SMP belum bisa baca, SMA belum bisa berhitung yang itu kadang-kadang memang menjadi kesulitan tersendiri bagi guru ketika memulai mengajar,” katanya.

Sebagai informasi, asesmen literasi membaca dan numerasi akan dilakukan selama 60 menit sebagai bagian dari rangkaian kegiatan MPLS Ramah pada jenjang pendidikan SMP dan SMA.(net)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *