SUKABUMITIMES.COM – Anggota Komisi 3 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sukabumi Danny Ramdhani mengungkapkan secara umum sampai saat ini pelaksanan Sistem Pendaftaran Murid Baru (SPMB) 2025 berjalan lancar.
Hal ini diungkapkan oleh Danny Ramdhani kepada sukabumitimes.com melalui aplikasi perpesanan sesaat setelah komisi 3 DPRD kota Sukabumi melakukan sidak ke SMPN 1 Kota Sukabumi pada Senin (23/6/2025).
“Kami melakukan sidak atas pelaksanaan SPMB 2025 di SMPN 1 kota Sukabumi untuk memastikan proses penerimaan siswa baru berjalan dengan baik dan lancar,” ungkap anggota komisi 3 dari Fraksi PKS Danny Ramdhani.
Danny menyatakan, sidak komisi 3 DPRD Kota Sukabumi dalam penerimaan siswa baru, harus memenuhi prinsip-prinsip akuntabilitas, transparan, obyektif, tidak diskriminasi, berkeadilan.
“Adanya fakta integritas yang sudah dikerjakan bersama ini hendaknya menjadi panduan bersama dalam menjalankan proses SPMB,” ujarnya.
Dirinya juga menekankan jangan sampai ada oknum yang memanfaatkan untuk berbuat curang dalam proses SPMB ini.
“Nah, ini terlebih dari pihak sekolah jangan ada oknum-oknum memanfaatkan kondisi yang ada,” tekannya.
Menurutnya, selama beberapa tahun terakhir ini, pihak sekolah yang paling rentan memanfaatkan posisi yang ada.
“Sekali lagi, jangan ada oknum dari sekolah justru memanfaatkan untuk berbuat yang tidak sesuai dengan ketentuan yang ada,” menurut Danny.
Ketika ditanya apakah ada laporan yang masuk ke komisi 3 terkait pelanggaran pelaksanaan SPMB kota Sukabumi ini? Dirinya menyatakan sampai saat ini belum ada laporan yang masuk ke komisi 3.
“Belum ada ya, nanti kalau ada pasti kita sampaikan,” ujarnya.
Danny Ramdhani juga mempunyai pendapat dalam pelaksanaan penerimaan siswa baru ini supaya pelaksanan lebih memenuhi rasa keadilan.
“Secara nasional saya mengharapkan agar penerimaan siswa baru dengan Nilai Ebtanas Murni (NEM) agar lebih fair dan transparan seperti era 90 an serta memenuhi rasa keadilan bagi siswa,” pendapatannya.
“Banyaknya item komponen perhitungan membuat banyak orang tua murid kelimpungan, termasuk kesulitan masuk pendaftaran secara online. (sya)
























