SUKABUMITIMES.COM – Hujan yang menerjang Sukabumi sejak siang hari dengan intensitas yang deras mengakibatkan terjadinya tanah longsor di Perumahan Tiara Regency Desa Limbangan, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi pada Kamis (22/5/2025) sekira pukul 18.00 WIB.
Akibat longsor tersebut ada sebuah rumah yang terdampak langsung, untuk sementara penghuni rumah di Blok E 169 dengan terpaksa mengungsi ke blok F. Lokasi yang lebih aman sebagai upaya untuk mengantisipasi dari hal-hal yang tidak diinginkan.
Sebagaimana disampaikan oleh Ketua RW 12 Tiara Regency, Septa Rajib Bagja ketika dihubungi oleh sukabumitimes.com via aplikasi perpesanan.
Septa Rajib Bagja mengungkapkan longsor yang terjadi di Perumahan Tiara Regency ini lokasinya tidak jauh dengan longsor yang terjadi pada bulan September 2024 yang lalu.
“Betul, lokasi yang longsor itu sama dengan lokasi longsor tahun lalu,” kata Septa kepada sukabumitimes.com pada Kamis (22/5/2025).
Menurut Septa, longsor ini terjadi disebabkan intensitas hujan yang tinggi sejak siang hari.
“Karena disini intensitas hujan dari siang hari sangat deras pa dan sampai sekarang pun masih hujan deras,” jelasnya.
Untuk sementara, akibat yang ditimbulkan terjadinya longsor ini penghuni rumah di blok E terpaksa mengungsi terlebih dahulu ke blok F.
“Karena kondisi yang tidak mungkin menghuni rumahnya meskipun posisi tanah hanya mengenai temboknya saja,” terangnya.
Ketua RW 12 ini mengaku kesal kepada pihak developer, karena pihaknya selaku penghuni perumahan pernah menuntut untuk memperbaiki tanah yang longsor tahun lalu.
“Namun pihak developer tidak memberikan jawaban. Dulu sebenarnya kami sebagai warga meminta untuk di bronjong, namun tidak ada jawaban dan akhirnya sekarang longsor lagi,” jelasnya.
Berapa upaya yang telah dilakukan supaya longsor susulan tidak terjadi, pernah berkirim surat kepada pemerintah daerah, baik ke pihak desa, kecamatan, juga developer, dan termasuk BNBP.
“Namun jawabannya, mereka belum bisa membantu, dikarenakan proses serah terima perumahan ke Pemda belum tuntas dan masih dalam tahap pengkajian,” ceritanya.
Upaya yang dilakukan untuk mengantispasi segala sesuatunya, saat ini akan melakukan kerja bakti bersama warga.
“Kita kerja bakti bersama warga satu lorong untuk membersihkan tanah yang terbawa air ke tengah jalan, terutama di blok F,” imbuhnya.
Septa berharap, pihak developer mau membuka mata dan bertanggung jawab atas longsornya tanah di perumahan Tiara Regency dan segera memperbaikinya.
“Kepada pemerintah, kami hanya mengharapakan perhatiannya, bagaimana pun kami disini adalah warga kabupaten Sukabumi,” pungkasnya. (sya)

































