SUKABUMITIMES.COM – Wali Kota Ayep Zaki menyatakan kota Sukabumi harus bangkit. Saya canangkan dengan moment hari kebangkitan nasional yang ke 117 ini menjadi kota Sukabumi yang bangkit, yakni mandirinya, inovasinya, agamis nya, dan Nasionalismenya kota Sukabumi.
Ungkapan ini disampaikan oleh Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki dihadapan sukabumitimes.com yang mewawancarainya sesuai menjadi pembina upacara dalam memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke 117 di Lapang Apel Setda Kota Sukabumi pada Selasa (20/5/2025).
Ayep menegaskan, Kebangkitan Nasional yang susah berusia 117 tahun ini merupakan waktu yang panjang. Dirinya memaknai kota Sukabumi harus bangkit, bahkan bangkit secara nasional.
“Karena adanya nasional itu karena memang nyata akan keberadaan 514 kota/Kabupaten di Indonesia ini,” tegasnya.
Lantas dari mana kemandirian kota Sukabumi itu dibangun? Ayep menjelaskan kemandirian itu harus dimulai dari kuatnya keuangan. Untuk membangun kebangkitan perlu logistik yang besar.
“Maka kota Sukabumi dengan instrumen perangkat maupun regulasi yang ada, InsyaAllah lima tahun ke depan akan menjadi kota yang mandiri, yang kuat secara fiskal,” optimisnya.
Masih lanjutnya, kuncinya ada pada warga masyarakat yang mempunyai ilmu pengetahuan itu harus bersatu. Harus membuktikan kebangkitan, karena tanpa adanya persatuan kita akan susah melangka.
“Kuncinya seluruh orang-orang yang mempunyai ilmu pengetahuan, baik itu Akademisi, Alim Ulama, Pendeta, Romo, Kyai, Ajengan, Asatip bersatu, seluruh pengusaha di kota Sukabumi bersatu. 4.682 ASN di Kota Sukabumi, dan masyarakat nya juga bersatu,” ujarnya.
Ia juga menyatakan, bahwa wali kota dan wakil wali kota Sukabumi membuka seluas-luasnya untuk berdialog dengan semua komponen.
“Mana yang kurang, mana yang harus diperbaiki, jangan mengobarkan fitnah, jangan menyampaikan informasi yang belum jelas, balai kota dan rumah dinas terbuka untuk semuanya,” tandasnya.
Kemudian, upaya untuk meningkatkan rasa nasionalisme di kalangan kaum Gen Z di era digital ditentukan oleh induk semang.
“Kami (wali kota dsn wakil) akan menjadikan induk semang sebagai kepala daerah, pimpinan daerah, pimpinan pemerintahan, untuk terus berlaku jujur, amanah, tidak berbohong, dan tidak menipu, akan kita buktikan semua itu,” tegasnya.
Semua itu akan dimulai dari pemimpinnya, yang kemudian akan diikuti oleh seluruh satuan tugas. Sehingga ke depannya akan diikuti oleh oleh para pengusaha, orang yang berilmu. Maka secara otomatis akan diikuti oleh kalangan Gen Z.
“Saya pernah kecil, yang didik oleh orang tua dengan kejujuran, tidak boleh berbohong. Maka sekarang ketika saya menjadi orang tua Kota Sukabumi akan mendidik dengan kejujuran, tidak boleh menipu, tidak boleh mencuri,” ulasnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bobby Maulana tidak lupa juga berpesan kepada kaum Gen Z, di momen kebangkitan nasional ini dan umumnya kepada masyarakat kota Sukabumi untuk bersama-sama mendukung kebijakan pemerintah.
“Mari kita sama-sama bersatu dan yang paling penting mendukung kebijakan pemerintah, sama-sama menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Kalau pelajar, ya belajar yang benar, tangung jawab kepada orang tua, kepada diri sendiri,” pesannya.
Disisi lain, pemerintah juga bertanggung kepada masyarakat banyak untuk membawa misi kemakmuran.
“Kita mempunyai jangka waktu lima tahun nih, mudah-mudahan selama masa kepemimpinan kami bisa optimal dan menjalankan hal-hal yang baik, yang mempunyai visi ke depan. Artinya visioner untuk diri sendiri, untuk orang tua, untuk agama dan untuk bangsa,” pungkasnya. (sya)

























