Nilai Strategis Kehadiran di Apeksi, Ini Pandangan Kepala DPMPTSP Kota Sukabumi

SUKABUMITIMES.COM – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Sukabumi Iskandar Ifhan menyatakan kegiatan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) yang diselenggarakan di Kota Surabaya beberapa waktu lalu mempunyai nilai strategis, terutama dalam menambah jaringan investasi bagi kota Sukabumi.

Hal tersebut diutarakan oleh Iskandar Ifhan ketika ditemui sukabumitimes.com diruang kerjanya pada Rabu (14/5/2025).

“Alhamdulillah kegiatan kemarin di Apeksi itu ada substansi bagi kami, selain memberi support untuk para pelaku UMKM untuk baik kelas juga untuk menambah jaringan dalam investasi guna membangun kota Sukabumi,” ungkap Iskandar.

Kota Sukabumi di acara Apeksi itu juga membuka stand yang didalamnya ada support dari pelaku UMKM, DPMPTSP, Ekraf dari Disporapar, serta Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Indakop).

“Sehingga kita bisa lebih memperkenalkan keberadaan dan keunggulan kota Sukabumi dihadapan 98 kota-kota se-Indonesia dan juga para investor,” kata Kepala DPMPTSP kota Sukabumi.

Selain itu, ia menjelaskan dalam forum Apeksi itu juga ada investing forum, yaitu forum investasi kota se-Indonesia, sebagai upaya untuk menjalin kerjasama satu dengan yang lainnya.

“Yang diikuti oleh 98 kota se-Indonesia dan kabupaten/kota se-Jawa Timur selaku tuan rumah khususnya untuk DPMPTSP. Dimana masing-masing saling memperkenalkan diri tentang hal-hal yang mungkin bisa dikerjasamakan.,” jelasnya.

Dengan demikian, para calon investor bisa melihat profil masing-masing daerah yang ada di forum tersebut.

“Sebagai wujud nyata, dalam forum tersebut dilaksanakan penandatanganan atau MoU antara Korea Selatan dengan Pemerintah Kota Surabaya, terutama untuk infrastruktur,” lanjutnya.

Harapannya, bagi kota-kota yang berada dibawah naungan Apeksi itu dapat berperan aktif dalam menguatkan keberadaan iklim investasi di daerahnya masing-masing.

Hadir juga sebagai narasumber dalam kegiatan Apeksi ini, yaitu dari konsulat jenderal Korea Selatan karena tertarik untuk berinvetasi di daerah-daerah di Indonesia, Kadin, perwakilan DPMPTSP Provinsi Jawa Timur, dan BUMN.

Menurut Iskandar, dari pertemuan itu kita mendapat manfaat berupa capacity building atau pencerahan, seperti selain bagiamana menghidupkan iklim investasi di kota Sukabumi juga kita dapat belajar bagaimana menjalin kerjasama dengan kota yang ada di luar negeri.

“Dari kegiatan Apeksi ini kita dapat membuka peluang untuk penanaman modal asing (PMA). Meskipun ini sebenarnya sesuatu yang sudah lama, namun terkadang yang di daerah itu masih bingung harus kemana mencari investor,” ujarnya.

“Nah, ternyata Apeksi sudah membuka peluang, dimana profil suatu daerah itu diberikan kepada Apeksi dan merekalah nanti yang mencarikan peluang yang cocok dan sesuai dengan daerahnya,” tambahnya.

Iskandar mempunyai pemikiran untuk mencoba buka peluang investasi dari negara lain, meskipun masih di kawasan Asia saja, seperti Jepang maupun Korea Selatan.

“Dimana ketertarikan Korea Selatan itu terkait dengan sesuatu yang masih natural atau alami. Kitakan punya di Cikundul dengan air hangatnya dan juga ada lahan kurang lebih lima hektar di tepi sungai Cimandiri. Sedangkan Jepang tertarik yang terkait dengan energi terbarukan. Mengapa kita tidak mencoba untuk menawarkan kerja sama tersebut,” imbuhnya.

Bisa juga disodorkan wilayah Cibeureum sebagai pusat pemerintahan, dimana Jepang tertarik suatu wilayah dengan menggunakan energi terbarukan (Solar cell).

Nah, dari langkah ini ternyata dengan mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh Apeksi kemarin di Surabaya membawa manfaat bagi Pemkot Sukabumi kedepannya.

“Ternyata dengan difasilitasi oleh Apeksi itu menjadi lebih mudah,” pungkasnya. (sya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *