SUKABUMITIMES.COM – H. Mohammad Muraz secara aklamasi terpilih kembali menjadi ketua Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kota Sukabumi dalam Musyawarah Cabang (Muscab) yang diselenggarakan di GOR Rengganis Kota Sukabumi pada Jumat (9/5/2025).
Hadir dalam muscab PTMSI Kota Sukabumi, Kepala Bidang pada Dinas Pemuda Dan Olahraga, Sekretaris Pengda PTMSI Pemprov Jabar, Ketua Plt Koni Kota Sukabumi Anton Rachman
Ketua Plt Koni Kota Sukabumi Anton Rachman mengatakan, sebenarnya pelaksanaan muscab ini akan terlambat, seharusnya pada tanggal 24 November 2024 yang lalu habis masa baktinya dan akhirnya bisa dilaksanakan muscab juga.
“Ya seharusnya habis masa bakti kepengurusan 24 Nopember lalu, kemudian diperpanjang, Alhamdulillah bisa dilaksanakan hari ini,” Kata Anton pada Jum’at (9/5/2025).
Ia berharap, menjelang pelaksanaan Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) kota Sukabumi, semua Pengurus Cabang (Pengcab) tiap Cabang Olahraga (cabor) sudah ada aktivasi.
“Sudah ada tujuh pengcab yang telah melaksanakan muscab, dan besok seterusnya pengcab lain menyusul,” harapnya.
Masih ditempat yang sama, HM Muraz menyampaikan, rasa terimakasih masih dipercaya menjadi ketua PTMSI kendati di periode sebelumnya dirinya mengaku kurang maksimal karena dirinya saat itu masih duduk menjabat di DPR-RI.
“Saya juga meminta maaf, pada periode sebelumnya banyak tidak maksimal karena kesibukan di DPR-RI. Namun saya masih dipercaya dan diminta kembali, makanya saya meminta balik semua pengurus harus kompak membangun PTMSI lebih baik,” ujar HM Muraz.
Muraz berharap kedepan kepada Pengda Provinsi, agar 02SN kembali dilaksanakan. Karena dengan penyelenggaraan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (02SN), pengurus bisa mencari bibit atlet sedini mungkin.
“Dua tahun 02SN ditiadakan, didaerah kesulitan mencari bibit atlet sampai harus keliling,” ucapnya.
Muraz menambahkan, satu permalasahan yang tidak bisa dianggap sepele adalah mengenai pelatih profesional.
*Yang harus diperhatikan pengda jabar yakni menyediakan pelatih profesional untuk daerah. Karena daerah seperti Kota Sukabumi sangat minim pelatih, ini tugas pengda untuk menurunkan atau minimal memberikan program pelatihan untuk pelatih profesional,” pungkasnya. (sya).






























