SUKABUMITIMES.COM – Aksi damai mogok masal dilakukan para sopir angkutan kota (angkot) trayek 03 dengan jurusan terminal lembursitu – Odeon kota Sukabumi pada Selasa (30/4/2025).
Mereka menyampaikan aspirasi terkait keberadaan Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) Pajampangan supaya dipindahkan lagi ke terminal lembursitu kota Sukabumi.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Sukabumi Imron Wardhani saat diwawancarai awak media pada Selasa (30/4/2025).
Pantauan lapangan sukabumitimes.com, mereka mulai melakukan aksi damai dari pukul 08.00 dan berkumpul di terminal Lembursitu.
Imron Wardhani mengatakan, angkot trayek 03 menginginkan AKDP atau elf Pajampangan dengan jurusan Sukabumi – Surade, Sukabumi – Cikangkung, Kalibunder, Lengkong, Sirnasari, Ciemas itu kembali ke terminal Lembursitu lagi.

“Setelah kepindahan Elf Pajampangan ke terminal Ahmad Sanusi, angkot 03 sepi penumpang. Sehingga berimbas pada pendapatan sopir. Dengan kembalinya AKDP tersebut mereka berharap penumpang akan kembali rame, karena kebagian penumpang yang ingin melanjutkan ke terminal akan naik ke angkotnya tersebut,” kata Kadishub Imron Wardhani.
Mereka mulai tidak menjalankan armadanya sejak pukul kurang lebih 08.00 dan sampai sekarang mereka masih melakukan aksi mogok masal.
“Tapi yang Alhamdulillah, tadi pagi mereka masih sempat mengantarkan anak-anak sekolah dan yang mau berangkat ke kantor. Jadi tidak terlalu terjadi penumpukan penumpang disepanjang trayek. Sudah mulai masuk jam-jam sepi penumpang,” jelasnya.
Akibat aksi damai mogok massal ini mengakibatkan trayek yang terputus karena tidak ada angkot yang jalan.
“Dari Jalan Merdeka, Gedung Korpri, Kecamatan Lembursitu, Kadulawang, Al Mulk, SMPN 13, Situ Endah, sampai ke terminal Lembursitu. Itu yang terputus, sedangkan dari Jalan Merdeka ke atas masih ada jalur 21 Cikundul dan 21 Jeruk Nyelap,” bebernya.
Sebagai langkah, antisipasi terjadinya penumpukan penumpang dan mobilitas masyakarat yang terdampak, Dishub kota Sukabumi langsung gerak cepat dengan mengeluarkan tiga unit armada bantuan.

“Kami masih mengantispasi dan belum bisa memastikan mogok para sopir ini akan berapa lama. Mudah-mudahan ya hanya hari ini saja, sambil kita menunggu perkembangannya,” harapnya.
Imron Wardhani membenarkan, bahwa sebenarnya kita sudah membahas permasalahan ini dan ini juga baru berproses dan sudah beberapa kali melakukan pertemuan antara keduanya.
“Pertemuan pertama 15 April 2025 kemarin dengan kesepakatan untuk menghadirkan Dishub Provinsi Jawa Barat supaya ada kejelasannya seperti apa,” bebernya.
Ia melanjutkan, pertemuan kedua pada tanggal 25 April lalu, yang langsung dihadiri dari kehadiran Dishub Provinsi. Mereka menjelaskan sebenarnya bisa saja peningkatan terminal menjadi tipe B.
“Karena AKDP yang melayani antara kota antar kabupaten dalam satu wilayah itu menjadi kewenangan provinsi, namun ada proses yang harus ditempuh yaitu dari kepala daerah berkirim surat kepada gubernur untuk meningkatkan status dan pelayanan terminal tersebut,” lanjutnya.
Namun dalam perjalanannya, antara keduanya L (elf dan angkot 03) belum ada titik temu. Di Satu sisi dari pihak Elf untuk kembali ke terminal Lembursitu keberatan juga, inginnya mereka bertahan di terminal Ahamd Sanusi kota Sukabumi.
“Mereka sudah merasa nyaman dan pasti khawatir juga kalau pindah akan berkurang penumpangnya, begitu sebaliknya dengan angkot jalur 03,” tambahnya.
Pihaknya kini berharap segara ada keputusan yang terbaik, yang dapat diterima semua pihak.
“Pihak masyarakat sekitar terminal Lembursitu sendiri menyatakan yang terpenting di sana ada keramaian kembali, apalagi sekarang pasar Lembursitu juga sepi,” pungkasnya. (sya)






























