SUKABUMITIMES.COM – Sebagai upaya untuk menekan angka inflasi, pemerintah kota (Pemkot) Kota Sukabumi bermacam akan menggelar gerakan pangan murah pada pekan depan.
Sebagaimana diungkapkan oleh Penjabat (Pj) Kota Sukabumi Kusuma Hartadji mengatakan Pemkot Sukabumi akan mengelar gerakan pangan murah di mulai Senin depan.
“InsyaAllah akan dimulai pada hari Senin depan, rencananya serentak di tujuh kecamatan,” kata Kusmana Hartadji kepada sukabumitimes.com pada Rabu (15/1/2025).
Inflasi di Kota Sukabumi pada Desember 2024 yang tertinggi di Jawa Barat, menurut Pj Wali Kota Kusmana penyumbang terbesarnya ada di beras, telur, dan terutama cabai.
“Penyebabnya antar lain bencana alam yang terjadi di kabupaten Sukabumi pada Desember yang lalu. Yang berakibat pasokan barang mengalami hambatan,” ungkapnya.
Selain itu, diindikasikan para penyumbang bencana alam ke wilayah terdampak, belanjanya juga di Kota Sukabumi.
“Upaya memudahkan dalam memberikan bantuan tersebut dengan membeli barang di kota Sukabumi daripada berat membawa barang yang berasal dari wilayah yang jauh, misalnya membeli beras,” jelasnya. Sehingga menyebabkan persediaan barang berkurang dan pasti akan berpengaruh pada harga yang naik.
Ketika ditanya apa pengaruhnya terhadap masyarakat, Kusmana menjawab justru hal tersebut membawa ekonomi stabil.
“Sebagaimana evakuasi dari Bank Indonesia (BI) bahwa ekonomi di kota Sukabumi memang stabil. Itu juga meningkatkan daya beli masyarakat dan kemampuan pendapatan masyarakat cukup mendukung,” imbuhnya.
Meksipun demikian kita harus terus menjaga, rasio masyarakat kan ada yang berpendapatan tinggi, sedang, dan rendah.
“Mudah-mudahan daya beli masyarakat semakin meningkat, karena pelaku UMKM kita sudah diberdayakan sedemikan rupa,” pungkasnya. (sya)
























