SUKABUMITIMES.COM – Penjabat (Pj) Gubenur Jawa Barat (Jabar) Bey Triadi Machmudin melakukan pemantauan makan bergizi gratis (MBG) di SMPN 12 dan SMAN 5 kota Sukabumi pada Rabu (8/1/2025).
Hadir dalam kesempatan tersebut Pj Wali Kota Sukabumi Kusuma Hartadji, Dandim 0607 Kota Sukabumi Letkol Inf. Yudhi Hariyanto, Kapolres Sukabumi Kota AKBP Rita Suwadi.
Pj Gubernur Jabar Bey Triadi Machmudin mengatakan hari ini kami memantau MBG untuk 3.025 siswa di kota Sukabumi.
“Beberapa sekolah khususnya SD dan SMP sudah mulai pada hari Senin kemarin, tetapi untuk SMAN 5, ini hari pertama,” kata Bey Machmudin kepada sukabumitimes.com setelah melakukan pemantauan MBG di SMAN 5 Kota Sukabumi pada Rabu (8/1/2025).
Dari pengamatan yang dilakukan, menurut Bey Machmudin di kota Sukabumi pelaksanan MBG sudah berjalan dengan baik bahkan tadi juga di sini ada langkah inovatif, yaitu pemilihan sampah organik dan anorganik.
“Di SMAN 5 Kota Sukabumi ini ada langkah inovatif, yakni pemilahan sampah antara yang mudah diurai dan tidak, yakni antara sampah plastik dengan sayuran dan tukang dipisah,” ujarnya.
Pj Gubenur Jabar mengungkapkan tentu saja ini Ini memudahkan untuk pemilahan sampahnya dari awal.
“Ya tentu saja ini memudahkan, karena pemilahan sampah dari awal, jadi bisa untuk pakan ternak,” ungkapnya.
Ditengah-tengah peninjauan terbaru, pihaknya juga sempat menanyakan pada siswa, katanya mereka senang dan saya baru tahu tadi bawa sendok dan garpu sendiri dari rumah serta tumbler juga.
“Wadahnya dari MBG tetapi sendok dan garpu bawa sendiri. Saya tadi juga sempat melihat ada yang makan dengan garpu saja, ketika ditanya yang bersangkutan lupa membawa sendok,” bebernya.
“Yang jelas tadi terlihat kebersamaan antar mereka,” tandas Bey Machmudin.
Ketika ditanya mengenai komposisi menu, dirinya yakin sudah memenuhi standar gizi, karena juga sudah ada ahli gizinya.
“InsyaAllah sudah sesuai standar makan bergizi dan juga menyajikan baik. Tadi saya lihat ada nasi, ayam kecap, sayur, dan buah bahkan juga susu kotak,” lanjutnya.
Kemudian mengenai MBG menyeluruh di seluruh Jabar, masih kata Bey Machmudin, dilakukan bertahap dan masih menunggu arahan dari Badan Gizi Nasional (BGN).
“Pihak pemprov Jabar sendiri juga menganggarkan sebesar Rp1 triliun. Tapi penggunaan menunggu arahan apakah dikerjasamakan atau bagaimana tergantung arahan,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Kepala (Waka) Humas SMAN 5 Kota Sukabumi Budi Setia Baskara ketika ditemui sukabumitimes.com menjelaskan kenapa SMAN 5 Kota Sukabumi dipilih jadi yang pertama program MBG ini, karena vendor inikan berada di wilayah kecamatan Cibeureum.
alah satu alasan kenapa SMAN 5 Kota Sukabumi dijadikan tempat pertama MBG tingkat SMA di Kota Sukabumi.
“Mungkin karena vendor MBG ini berada di wilayah kecamatan Cibeureum, jadi yang disasar pertama adalah sekolah-sekolah yang ada di sini, dari SD, SMPN 12 dan SMAN 5 Kota Sukabumi,” kata Baskara.
Sedangkan jumlah siswa SMAN 5 yang mendapatkan MBG ini sebanyak 1.334 siswa, terdiri dari 612 laki-laki dan 722 perempuan.
“Selain itu, kami juga mengirimkan data sejumlah 60 siswa yang punya alergi terhadap makanan.
“Sehingga yang 60 siswa punya riwayat alergi tersebut kami pisahkan,” tandasnya..
Sebagai langkah antispasi bagi siswa yang alergi, Baskara menjelaskan untuk hari ini baru awal, jadi nanti kalau menu makannya berdampak, maka menunya akan diganti.
“Kebanyakan siswa itu alergi terhadap makan laut. Jika menu yang sekarang kita lakukan pengecekan. Hari pertama ini menunya adalah nasi, ayam kecap, sayur, buah dan ada susu kotak.
“Pada prinsipnya bagi yang alergi itu bisa memesan, nanti juga pihak BGN akan menganalisa menu yang cocok seperti apa. Kalau menu hari ini kurang pas, bisa disesuaikan dengan alergi apa dari siswa yang bersangkutan,” pungkasnya. (sya)


























