SUKABUMITIMES.COM – Mayat berjenis kelamin laki-laki tanpa busana ditemukan warga masyarakat di kampung Pajagan, Desa Loji, Kecamatan Simpenan Kabupaten Sukabumi di bantaran sungai Cimandiri pada Kamis (5/12/2024) pukul 06.00 WIB oleh warga yang hendak beraktivitas.
Atas temuan tersebut, lantas warga melaporkan ke aparat desa yang kemudian diteruskan ke polres Sukabumi.
“Mayat tersebut ditemukan dalam kondisi terlentang yang tersangkut di pohon pisang,” ujar Uyat (57) yang pertama melihat mayat tersebut.
Masih kata Uyat, setelah pihak aparat datang ke tempat penemuan, mayat langsung dibawa dengan mengunakan kapal karet milik Basarnas kabupaten Sukabumi.
“Ya, langsung di bawa ke rumah sakit Palabuhanratu kabarnya dan mendapat penanganan selanjutnya,” ungkapnya.
Diketahui bahwa jasad tersebut atas nama Sahroni (45) warga Kampung Ciawitali, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi.
Ibu angkat korban yang bernama Nenden awalnya tidak percaya bahwa korban adalah anak angkatnya.
Dirinya baru meyakini bahwa itu adalah anak angkatnya setelah mendatangi rumah sakit Palabuhanratu dan diberitahu pihak kepolisian mengenai ciri-ciri korban.
“Saya baru yakin bahwa itu Sahroni setelah mengenal ciri-ciri yang disebutkan polisi,” jelas Nenden.
Nenden menceritakan, sebelum anak angkatnya ditemukan meninggal dunia, awalnya, Rabu, (4/12/2024) pagi Sahroni berangkat mengantarkan anaknya sekolah ke Palabuhanratu dengan menggunakan sepeda motor.
“Namun sesampainya di kampung Pamunguan mereka terjebak longsor yang mengakibatkan dua motor tidak bisa lewat, sehingga satu motor bisa melewatinya dan berdua dengan satu kendaraan melanjutkan perjalanan,” ceritanya.
Masih lanjut Nenden, namun sesampai di Cisarakan kembali terjebak longsor dan tidak bisa lanjut.
“Sehingga mereka berganti motor milik temen bapaknya karena takut kesiangan, karena kan pas ujian sekolah. Sedangkan motor yang satu ditinggal di Pemunguan, sedangkan satunya di Cisarakan,” ujarnya.
Setelah itu, anak korban dianterin dari Cisarakan sampai ke simpang Tiga Loji, dimana itu titik akhir, karena tidak bisa menyebrang lagi, anak korban bahkan sempat digendong olehnya, dengan menggunakan sepatu boat.
“Sampai nyebrang anaknya berangkat sama temannya orang Loji, jadi bapaknya nganterin sampai Loji, sekitar jam 7 pagi,” paparnya.
“Nah dari situ hilang kontak sampai malam hari, nah tadi ibu laporan ke kecamatan, ibu gak hapal, polsek Simpenan kan jauh ada di Kiaradua,” imbuhnya.
Kemudian lanjut Nenden, Kamis (5/12/2024) pagi anak korban memberitahu ada penemuan mayat di bantaran sungai Cimandiri
“Karena penasaran bersama keluarga langsung melakukan pengecekan ke rumah sakit dan ternyata benar itu merupakan Sahroni,” lanjutnya.
Ia menduga, korban jatuh terpeleset sehingga terbawa arus banjir di sekitaran Loji.
“Saya menduga seperti itu, terjatuh masuk selokan, jadi kebawa arus soalnya motornya gak ketemu,” pungkasnya. (sya)



























