SUKABUMITIMES.COM – Sebanyak enam ruas jalan provinsi terputus akibat bencana alam yang melanda Kabupaten Sukabumi kemarin (Rabu, 4/12/2024).
Ini disampaikan oleh Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Provinsi Jawa Barat, Bambang Tirtoyuliono kepada sukabumitimes.com saat mendampingi penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin melakukan peninjauan ke lokasi bencana retakan tanah di Kampung Cihonje, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi pada Kamis (5/12/2024).
“Bahwa sejumlah ruas jalan dan jembatan mengalami kerusakan parah. Terdapat enam titik jalan utama milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang terputus akibat bencana tanah longsor dan pergerakan tanah,” jelasnya.
Untuk itu, pihaknya mentargetkan untuk perbaikan jalan yang terputus itu kurang lebih memakan waktu, satu setengah bulan.
Bambang menambahkan, sebenarnya fenomena hidrometeorologi ini sudah bisa diprediksi sebelumnya, namun yang tidak disangka ternyata dampaknya yang diakibatkan tersebut ternyata lebih besar dari yang diperkirakan.
“Intensitas hujan yang tinggi, berpotensi menyebabkan kerusakan seperti yang terjadi di Kabupaten Sukabumi,” tambahnya.
Pihaknya menjelaskan, adapun ruas jalan yang terdampak antara lain jalan Cikidang, Palabuhanratu, serta jalan Loji menuju Puncak Darma Geopark.
“sebenarnya ada 14 titik longsor yang terjadi pada Rabu (4/12/2024) kemarin. Namun yang mengalami kerusakan parah hanya ada enam titik jalan yang terputus. Beberapa titik, seperti di jalan Loji – Puncak Darma, mengalami kerusakan parah, termasuk jembatan yang patah akibat erosi sungai,” jelasnya.
Masih jelas Bambang, untuk sementara jalur yang menuju ke arah Ciletuh akan dialihkan untuk sementara waktu.
“Kami informasikan juga kepada masyarakat, untuk sementara jalur ke Ciletuh kami alihkan ke jalur alternatif dulu. Mudah-mudahan Tidka kurang dari waktu satu setengah bulan segera bisa dilalui kembali,” pungkasnya. (sya)

























