SUKABUMITIMES.com – Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi, Uus Firdaus, menegaskan keberhasilan pembangunan infrastruktur tidak hanya bergantung pada satu pihak. Setiap unsur yang terlibat harus menjalankan perannya secara optimal agar sistem manajemen pembangunan berjalan sesuai target.
Uus mengatakan, setiap subsistem dalam proses pembangunan memiliki keterkaitan satu sama lain. Jika salah satu bagian mengalami kendala, hasil pembangunan secara keseluruhan berpotensi tidak optimal.
“Subsistem harus berjalan dengan baik. Kalau salah satu subsistem bermasalah, hasilnya tentu tidak akan optimal,” ujar Uus, Sabtu (3/10/2026).
Menurut Uus, prinsip tersebut terus disampaikannya kepada jajaran Dinas PU, khususnya dalam setiap pelaksanaan pekerjaan konstruksi.
Ia menekankan pentingnya membangun kesamaan pemikiran dan tujuan antara pemerintah, penyedia jasa, serta pihak-pihak lain yang terlibat dalam pembangunan.
“Setiap PCN saya selalu menegaskan bahwa kita harus satu pemikiran dan satu tujuan. Ini adalah amanah yang harus kita jalankan bersama sehingga hasilnya optimal,” katanya.
Uus juga mengingatkan agar tidak terdapat kepentingan berbeda antara pemerintah dan pihak ketiga atau penyedia jasa dalam pelaksanaan pekerjaan.
“Di antara kita dan pihak penyedia atau pihak ketiga tidak boleh ada kepentingan yang berbeda. Semuanya harus berorientasi pada pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan dan menghasilkan pembangunan yang berkualitas,” ujarnya.
Uus mengatakan, ke depan pihaknya akan melakukan evaluasi untuk memastikan setiap subsistem dalam pelaksanaan pembangunan benar-benar berjalan sebagaimana mestinya.
Evaluasi tersebut, kata dia, penting untuk mengetahui bagian mana yang masih mengalami kendala sekaligus memastikan proses pembangunan berjalan sesuai perencanaan.
“Kita akan evaluasi apakah subsistem ini berjalan dengan baik atau sebaliknya,” katanya.
Selain evaluasi, Uus meminta seluruh jajaran di lingkungan Dinas PU meningkatkan pengawasan terhadap pekerjaan infrastruktur yang sedang berjalan.
Ia juga mendorong keterlibatan media dalam menyampaikan informasi mengenai perkembangan pembangunan kepada masyarakat.
Menurutnya, media dapat menjadi salah satu sarana untuk menyampaikan informasi secara terbuka mengenai kondisi pekerjaan di lapangan.
“Kita selalu menekankan kepada seluruh staf agar meningkatkan pengawasan dan bisa mengajak awak media untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat menyangkut kondisi di lapangan,” ucap Uus.
Ia menyebut sejumlah persoalan seperti keterlambatan pekerjaan, pengurangan volume, hingga persoalan kualitas pekerjaan telah diatur dalam dokumen kontrak.
“Semua sudah tertera dalam kontrak. Baik keterlambatan pekerjaan, pengurangan volume maupun kualitas pekerjaan, semuanya ada konsekuensinya,” kata Uus.
Uus menegaskan, penerapan konsekuensi terhadap penyedia bukan semata-mata persoalan sanksi, melainkan bagian dari mekanisme untuk memastikan setiap pekerjaan pembangunan infrastruktur dilaksanakan sesuai ketentuan, spesifikasi teknis, waktu, dan kualitas yang telah disepakati.
Dengan pengawasan yang diperkuat, evaluasi secara berkala, serta kesamaan tujuan seluruh pihak, Dinas PU Kabupaten Sukabumi berharap pembangunan infrastruktur dapat memberikan hasil yang optimal dan manfaat yang nyata bagi masyarakat.(rus)



























