SUKABUMITIMES.com – Tim Mindshift Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) IPB University menghadirkan enam kartu pendampingan sebagai media utama dalam rangkaian kegiatan Mindshift 2: Ruang Sadar pada 9–11 Juli 2026 dan Mindshift 3: Langkah Nyata pada 20–24 Juli 2026 di Kp. Muara RT 03/RW 06, Desa Jambenenggang, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Mindshift: Penguatan Efikasi Diri, Resiliensi, dan Kompetensi Kewirausahaan Perempuan Pekerja Migran Purna melalui Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) dan Personal Entrepreneurial Competencies (PECs), yang menyasar perempuan pekerja migran purna dampingan Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Sukabumi.
Pendekatan REBT yang dikembangkan oleh Albert Ellis meyakini bahwa bukan peristiwa itu sendiri yang menentukan perasaan dan tindakan seseorang, melainkan keyakinan yang dipegang terhadap peristiwa tersebut. Prinsip ini melahirkan kerangka enam unsur, A hingga F, yang menuntun peserta mulai dari mengenali peristiwa dan keyakinan, melawan pikiran yang menghambat, hingga mempraktikkan perasaan dan sikap baru yang lebih sehat.
Enam unsur ini diterjemahkan ke dalam enam sesi Ruang Cerita, Ruang Pikiran, Ruang Rasa, Langkah Awal, Langkah Baru, dan Langkah Aksi yang masing-masing menggunakan media kartu interaktif sebagai alat bantu refleksi.
Ruang Sadar dirancang untuk membantu peserta mengenali kembali diri mereka sendiri, mengikuti alur A-B-C dalam REBT.
Sesi Ruang Cerita merepresentasikan peristiwa pemicu (unsur A): lewat pendekatan konseling dan menulis reflektif, peserta mengenang kembali pengalaman yang pernah dilalui dan menuangkannya ke dalam Kartu Refleksi, yang memuat pengalaman, perasaan, pelajaran, kekuatan, harapan, hingga pesan untuk diri sendiri, sebelum dibacakan bergantian dalam suasana hangat dan saling mendukung.
Sesi Ruang Pikiran kemudian merepresentasikan keyakinan yang terbentuk dari peristiwa tersebut (unsur B): diawali dengan menonton film bersama, peserta berdiskusi dan mengisi kartu Kaca Pikiran untuk merefleksikan cara berpikir tokoh dalam film, lalu menutupnya dengan kalimat afirmasi keyakinan baru.
Rangkaian Ruang Sadar ditutup dengan sesi Ruang Rasa, yang merepresentasikan emosi dan perilaku sebagai konsekuensi dari keyakinan yang dipegang (unsur C): lewat permainan roda emosi, peserta mengenali emosi yang muncul, lalu mengambil Kartu Perilaku berisi pilihan respons untuk didiskusikan bersama fasilitator, sehingga peserta terlatih memilih perilaku yang lebih sehat dalam meresponsnya.
Jika Ruang Sadar mengajak peserta mengenali pengalaman, keyakinan, dan emosinya, tahapan Langkah Nyata membawa peserta selangkah lebih jauh lewat tiga sesi yang merepresentasikan unsur D, E, dan F.
Sesi Langkah Awal merepresentasikan proses melawan pikiran yang menghambat (unsur D): lewat diskusi dan tanya jawab, peserta mengisi Kartu Pertanyaan Rasional yang menelusuri pikiran yang menghambat, penyebabnya, bukti pendukung maupun penyangkal, hingga cara pandang yang lebih rasional, yang kemudian disusun menjadi naskah dan direkam sebagai podcast sederhana.
Sesi Langkah Baru merepresentasikan terbentuknya keyakinan baru yang lebih positif (unsur E): melalui permainan interaktif, peserta menyusun Kartu Kunci Rasional untuk merumuskan keyakinan baru berdasarkan cara pandang rasional yang telah ditemukan sebelumnya.
Rangkaian Langkah Nyata ditutup dengan sesi puncak Langkah Aksi, yang merepresentasikan perasaan dan sikap baru yang lebih sehat setelah keyakinan positif dipraktikkan (unsur F): lewat simulasi role play di atas panggung aksi, peserta memerankan skenario berdasarkan Kartu Skenario Perilaku, mempraktikkan cara bersikap dan bertindak sesuai keyakinan baru yang telah terbentuk.
Ruang Sadar dan Langkah Nyata bersama-sama membentuk satu alur REBT yang utuh, dari peristiwa yang dialami hingga tindakan nyata yang dipraktikkan. Lewat media kartu dan permainan interaktif di setiap sesi, peserta tidak hanya memahami konsep REBT secara teoretis, tetapi turut mengalaminya secara langsung dalam suasana reflektif dan penuh dukungan.
Tim Mindshift PKM-PM IPB University berharap, melalui pendampingan ini, perempuan pekerja migran purna di Kp. Muara mampu mengenali dan melawan pikiran yang menghambat, membangun keyakinan yang lebih positif, serta bertindak dengan lebih percaya diri dalam kehidupan sehari-hari. (sya)

























