SUKABUMITIMES.com — Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mengungkapkan, keberhasilan Kota Sukabumi menembus posisi empat besar Smiling West Java (SWJ) Award Juli 2026 menjadi bukti bahwa kinerja pemerintah daerah bersama jajaran terkait dalam mempromosikan pariwisata terus menunjukkan perkembangan positif.
“Semakin ingin mencapai kelompok elit di tiga besar atau peringkat pertama, tantangannya tentu semakin berat. Tapi dengan capaian terbaru di empat besar, setidaknya ini menunjukkan Pemkot Sukabumi dengan Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) menunjukkan kinerja yang baik,” ungkap Ayep dalam keterangannya, Jumat (14/8/2026).
Pada update terbaru SWJ Award, Kota Sukabumi berhasil menyodok ke posisi empat besar kategori Integrasi Promosi Pariwisata Terbaik Juli 2026 dengan raihan 91 poin. Capaian tersebut hanya terpaut satu poin dari Kabupaten Karawang yang berada di peringkat ketiga dengan 92 poin.
Tak hanya masuk empat besar, Kota Sukabumi juga berhasil meraih penghargaan Best Monthly Insight Analytics.
Menurut Ayep, capaian tersebut tidak semata-mata harus dilihat sebagai sebuah kompetisi antardaerah.
“Ini bukan semata soal kompetisi, tapi ini adalah cara bersaing yang sehat untuk mencapai prestasi,” katanya.
Ayep menilai, peningkatan peringkat Kota Sukabumi juga menjadi gambaran keseriusan pemerintah daerah dalam menjalankan amanah untuk membawa daerah semakin maju.
“Capaian empat besar ini sekaligus menunjukkan bahwa pelaksana pemerintahan Kota Sukabumi bersungguh-sungguh menjalankan amanah tersebut dengan kesungguhan hati, fokus dan serius untuk kemajuan Kota Sukabumi,” tegasnya.
Perjalanan Kota Sukabumi dalam SWJ Award sendiri menunjukkan tren peningkatan. Pada Maret 2026, Kota Sukabumi berada di posisi ke-10. Kemudian naik ke posisi ketujuh pada April, sebelum kembali meningkat ke posisi kelima pada Mei.
Kini, pada Juli 2026, Kota Sukabumi kembali naik satu tingkat ke posisi keempat.
Gelaran Smiling West Java yang rutin dilaksanakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat tersebut bertujuan membangun ekosistem promosi pariwisata yang inklusif, terintegrasi dan berbasis filosofi Sunda “Someah Hade Ka Semah”, yang bermakna ramah kepada tamu.
Program tersebut juga mendorong peningkatan kualitas konten promosi digital, sinergi antardaerah serta penguatan kapasitas dalam merespons berbagai isu di media sosial.
Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat citra Jawa Barat sebagai destinasi wisata yang ramah, aman dan istimewa.
Dalam penilaiannya, terdapat lima indikator utama. Pertama, Sustainable Tourism Management dengan bobot 20 persen, yang menilai kemampuan daerah melakukan counter narrative terhadap isu negatif di sektor pariwisata secara solutif.
Kedua, Visual & Storytelling dengan bobot 30 persen, meliputi kualitas narasi, teknis audio visual, keindahan visual serta orisinalitas konten promosi.
Ketiga, Integrasi Branding dengan bobot 15 persen, yakni implementasi Tourism Branding Identity dalam program promosi yang memiliki tujuan bersama dan bersifat inklusif.
Keempat, Creative Campaign Promotion Concept dengan bobot 25 persen, yang menilai perencanaan strategis kampanye kreatif di media sosial.
Kelima, Monthly Insight Analytics Report dengan bobot 10 persen, berupa laporan performa data sebagai pendukung efektivitas konten.
Ayep menegaskan, perkembangan teknologi digital harus menjadi perhatian pemerintah daerah karena pola promosi pariwisata terus mengalami perubahan.
“Berulang kali saya mengingatkan, dunia digital akan terus berkembang, sehingga perkembangan teknologi tidak boleh diabaikan begitu saja,” ujarnya.
“Siapa yang tidak bisa beradaptasi dengan teknologi, maka dia akan ditinggal dunia. Maka kami meyakini, Kota Sukabumi akan bisa berbenah ke arah yang lebih baik, dan catatan prestasi akan terus diraih di masa mendatang,” tegas Ayep.
Adapun lima besar SWJ Award Juli 2026 ditempati Kota Bandung di peringkat pertama dengan 95 poin, disusul Kota Tasikmalaya dengan 93 poin, Kabupaten Karawang 92 poin, Kota Sukabumi 91 poin dan Kabupaten Garut 90 poin.
Sementara itu, untuk kategori indikator lainnya, Best Visual & Storytelling diraih Kabupaten Bandung, Best Sustainable Tourism Management diraih Kota Bandung, Best Creative Campaign Promotion Concept diraih Kabupaten Bogor, Referensi Integrasi Branding Terbaik diraih Kabupaten Karawang, sedangkan Best Monthly Insight Analytics diraih Kota Sukabumi. (sya)



























