Ini Perolehan Medali MTsN Kota Sukabumi di MASOIC 2026 Tingkat Jabar, Faiq Raih Perak dan Shafa Sabet Perunggu

SUKABUMITIMES.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa MTsN Kota Sukabumi di ajang Madrasah Science Olympiad Competition (MASOIC) 2026 tingkat Provinsi Jawa Barat.

Dari 10 siswa yang berhasil lolos ke babak final, MTsN Kota Sukabumi sukses membawa pulang satu medali perak dan satu medali perunggu pada kompetisi yang digelar di MTsN 2 Purwakarta, Sabtu (25/7/2026).

Medali perak diraih M. Faiq Abdillah, siswa kelas 9A pada bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Sementara medali perunggu dipersembahkan Shafa Mumtaz Hidayat, siswa kelas 9A yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Organisasi Siswa Madrasah (OSIM) MTsN Kota Sukabumi.

Keberhasilan tersebut diraih setelah sekitar 400 siswa MTs dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat bersaing pada babak final MASOIC 2026.

Katim MGMP Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Barat, Ade Ruhiyat, mengatakan rangkaian MASOIC 2026 resmi berakhir dengan pengumuman para juara setelah melalui proses seleksi berjenjang dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi.

“Kegiatan MASOIC hari ini merupakan rangkaian terakhir, mulai dari proses seleksi tingkat kabupaten/kota se-Jawa Barat hingga final hari ini. Inilah kegiatan yang memang kita semua nantikan, yaitu proses pengumuman para juara yang telah mengikuti babak final,” ujar Ade Ruhiyat.

Ia menegaskan bahwa dalam setiap kompetisi pasti ada peserta yang meraih kemenangan dan ada pula yang belum berhasil menjadi juara. Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari proses pembinaan prestasi.

“Dalam setiap ajang kompetisi tidak pernah terlepas dari dua hal, yaitu ada pemenang dan ada yang belum menang. Ini menjadi tantangan bagi para guru pembimbing yang telah mendampingi siswa hingga ke tingkat kompetisi seperti ini,” katanya.

Ade juga mengingatkan agar hasil perlombaan tidak dijadikan ukuran tunggal kemampuan seorang siswa. Banyak faktor yang memengaruhi performa peserta saat bertanding.

“Kadang-kadang siswa yang menjadi juara di OSN belum tentu menjadi juara di MASOIC. Bisa jadi saat mengikuti lomba kondisi kesehatannya kurang baik atau mentalnya sedang tidak maksimal. Hal-hal seperti ini perlu dipahami oleh para guru,” ungkapnya.

Menurutnya, seluruh finalis yang berhasil melaju ke tingkat provinsi merupakan siswa-siswa terbaik di bidang akademik.

“Anak-anakku sekalian adalah anak-anak yang hebat, cerdas, pintar, dan memang diunggulkan di bidang matematika, IPA maupun IPS. Kalian sudah membuktikan kemampuan dengan bisa sampai ke babak final,” ucapnya.

Ade Ruhiyat juga mengapresiasi seluruh madrasah, guru, dan peserta yang telah berpartisipasi menyukseskan penyelenggaraan MASOIC 2026.

“Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan kerja sama seluruh pihak yang telah menyukseskan MASOIC ini. Bagi yang menjadi juara jangan sampai sombong atau jumawa, sedangkan bagi yang belum berhasil masih banyak kesempatan mengikuti kompetisi berikutnya untuk terus meningkatkan kemampuan,” tuturnya.

Ia memastikan proses penilaian hingga penetapan pemenang dilakukan secara profesional dan transparan.

“Kami dari Provinsi Jawa Barat mengawal betul pelaksanaan lomba ini agar berlangsung transparan dan profesional. Dengan begitu akan terlihat kualitas peserta didik yang memang memiliki prestasi dan keunggulan di bidangnya masing-masing,” tegas Ade.

Keberhasilan MTsN Kota Sukabumi membawa pulang dua medali menjadi bukti bahwa pembinaan akademik di madrasah tersebut terus menunjukkan hasil positif. Prestasi M. Faiq Abdillah dan Shafa Mumtaz Hidayat diharapkan menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama Kota Sukabumi di tingkat provinsi maupun nasional. (sya)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *