SUKABUMITIMES.com – Kementerian Agama Kota Sukabumi melalui Seksi Pendidikan Madrasah mendorong setiap madrasah untuk menampilkan ciri khas dan program unggulan masing-masing sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan madrasah.
Hal tersebut disampaikan Kasi Penmad Kemenag Kota Sukabumi Rustandi saat ditemui di ruang kerjanya pada Kamis (25/6/2026).
Menurut Rustandi, secara umum perkembangan madrasah di Kota Sukabumi saat ini menunjukkan kemajuan yang cukup signifikan. Salah satu indikatornya adalah semakin banyak madrasah yang mengembangkan program Tahfiz Al-Qur’an sebagai bagian dari penguatan karakter dan identitas keislaman peserta didik.
“Program Tahfiz menjadi salah satu keunggulan yang banyak dikembangkan oleh madrasah. Rata-rata Madrasah Ibtidaiyah menargetkan peserta didiknya mampu menghafal minimal satu juz Al-Qur’an,” ujarnya.
Ia menjelaskan, meskipun sebagian madrasah masih menghadapi keterbatasan tenaga pendidik yang memiliki kompetensi khusus di bidang tahfiz, sejumlah sekolah berinisiatif mendatangkan tenaga pengajar dari luar untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.
Menurutnya, program Tahfiz Al-Qur’an memang tidak bersifat wajib bagi seluruh madrasah. Namun, keberadaannya dinilai sangat penting sebagai salah satu bentuk penguatan karakter dan identitas madrasah yang berciri khas Islami.
“Program ini sangat baik karena dapat membiasakan anak-anak sejak usia dini untuk mencintai dan menghafal Al-Qur’an. Bahkan berdasarkan laporan yang kami terima dari beberapa sekolah, sudah ada siswa yang mampu menghafal hingga lima juz,” kata Rustandi.
Berdasarkan data sementara yang belum dihimpun secara resmi, sekitar 60 persen Madrasah Ibtidaiyah di Kota Sukabumi telah menjalankan program Tahfiz Al-Qur’an. Sementara itu, sejumlah madrasah lainnya tengah merencanakan pengembangan program serupa sesuai kemampuan dan kondisi masing-masing.
Rustandi menegaskan bahwa setiap madrasah tidak harus memiliki program yang sama. Yang terpenting, setiap sekolah mampu menghadirkan keunggulan atau ciri khas yang menjadi identitas lembaganya.
“Jika belum memungkinkan menjalankan program Tahfiz karena berbagai kendala, sekolah dapat mengembangkan keunggulan lain yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan masing-masing. Yang penting ada nilai lebih yang bisa ditawarkan kepada masyarakat,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan agar setiap program unggulan yang dikembangkan tidak menimbulkan beban tambahan bagi orang tua siswa. Oleh karena itu, perencanaan dan pelaksanaannya harus melalui musyawarah serta kesepakatan bersama antara pihak yayasan, sekolah, komite, dan orang tua siswa.
“Dengan adanya ciri khas dan program unggulan yang jelas, kami berharap madrasah semakin dipercaya masyarakat serta mampu mencetak generasi yang unggul, berkarakter, dan memiliki bekal keagamaan yang kuat,” pungkasnya. (rus)
























