SUKABUMITIMES.com– Memasuki H+1 Lebaran, kawasan wisata pantai di Kabupaten Sukabumi mulai dipadati wisatawan. Meski belum mencapai puncak, jumlah kunjungan tercatat cukup signifikan dengan potensi kerawanan yang masih tinggi.
Ketua Balawista Kabupaten Sukabumi, Yanyan Nuryanto, mengungkapkan hingga pukul 13.00 WIB, jumlah wisatawan yang berkunjung ke sejumlah objek wisata pantai yang dijaga lifeguard mencapai sekitar 22.990 orang.
“Jumlah ini masih berada di bawah kunjungan saat libur H+1 Tahun Baru, yakni sekitar 43 persen lebih rendah,” ujarnya.
Meski demikian, Yanyan menegaskan bahwa tingkat kerawanan di seluruh kawasan pantai tetap tinggi. Hal ini tidak hanya dipengaruhi oleh arus dan ombak laut, tetapi juga kondisi cuaca yang cukup ekstrem.
“Risiko tidak hanya dari laut, tetapi juga faktor cuaca yang berdampak pada kesehatan petugas maupun wisatawan,” jelasnya.
Dalam menghadapi lonjakan pengunjung, Balawista mengoptimalkan langkah antisipasi, meskipun diakui terdapat keterbatasan sarana dan perlengkapan penyelamatan. Upaya utama yang dilakukan adalah memastikan penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan berjalan maksimal, serta memperkuat koordinasi dengan Satpolairud, baik dari Polda Jawa Barat maupun Polres Sukabumi.
“Koordinasi lintas instansi menjadi kunci untuk meminimalisir risiko kecelakaan laut,” tegasnya.
Sejauh ini, belum terdapat kejadian menonjol. Namun, tercatat satu insiden kecelakaan tenggelam terjadi di kawasan Pantai Istiqomah Citepus. Menanggapi kejadian tersebut, Balawista bersama Satpolairud langsung meningkatkan pengawasan di titik-titik rawan, khususnya di pos-pos pengamanan.
“Kami berupaya agar kejadian serupa tidak terulang dengan memperketat pengawasan di lapangan,” tambahnya.
Balawista juga mengeluarkan imbauan tegas kepada wisatawan agar lebih waspada saat beraktivitas di pantai. Mengingat cuaca panas yang berdampak pada penurunan intensitas patroli pantai, langkah tambahan pun dilakukan.
Di antaranya pemasangan bendera merah sebagai tanda larangan berenang, serta spanduk peringatan di area berisiko tinggi.
“Kami minta wisatawan mematuhi rambu-rambu keselamatan dan tidak berenang di zona berbahaya. Keselamatan adalah yang utama,” pungkas Yanyan. (stm)



























