Pemkot Sukabumi Teken Dua MoU Strategis di Dies Natalis UI ke-76, Bobby: Komitmen Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik 

SUKABUMITIMES.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Melakukan penandatangan dengan Universitas Indonesia terkait dengan implementasi pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, serta penandatanganan MoU antara Pemerintah Kota Sukabumi dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mengenai sinergi tata kelola perlindungan pekerja migran Indonesia yang bertempat di Universitas Indonesia pada Senin (2/2/2026).

Hadir dalam MoU tersebut Menteri Pekerja Migran Indonesia, Rektor Universitas Indonesia, dan Wakil Wali Kota Sukabumi yang hadir mewakili Pemerintah Kota Sukabumi.

Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana menjelaskan bahwa arti penting dari adanya MoU ini tidak lain untuk memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kami berharap kedepannya nanti akan terwujudnya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan inovasi kebijakan daerah berbasis kajian akademik,” jelas Bobby Maulana.

Masih diungkapkan Bobby, untuk penandatanganan/MoU dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia sebagai langkah konkrit Pemkot dalam memperkuat tata kelola dan perlindungan bagi pekerja migran asal Sukabumi.

“Sinergi ini akan mencakup penyusunan data terpadu, peningkatan kapasitas calon pekerja migran, serta penguatan pelayanan perlindungan di tingkat daerah,” ungkap Bobby Maulana.

Wakil Wali Kota Bobby juga menekankan bahwa ini menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi Kota Sukabumi sebagai daerah yang adaptif terhadap tantangan global.

“Sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik berbasis kolaborasi lintas sektor,” tutupnya.

Sementara itu, Wali Kota Sukabumi di sela-sela mengikuti Rakornas Kemendagri yang berlangsung di Sentul Kabupaten Bogor menegaskan bahwa dengan ditandatanganinya MoU dengan UI, terutama bidang rumah sakit tentunya membuka ruang, khususnya bagi BLUD RSUD R. Syamsudin SH (Bunut) Kota Sukabumi akan lebih baik lagi.

“Baik itu dalam hal pelayanan maupun penanganan masalah-masalah penyakit,” ungkap Wali Kota Ayep Zaki.

Ayep menegaskan bahwa akan mengembangkan terus RSUD Bunut, sehingga akan menjadi rumah sakit yang lengkap.

“Semua itu tidak lain untuk memenuhi tercapainya pelayanan kesehatan bagia masyarakat Sukabumi,” tegasnya.

Demikian juga dengan adanya MoU dengan kementerian BP2MI ini sejalan dengan upaya wali kota untuk mengurangi angka pengangguran di kota Sukabumi.

“Tentu saja ini sebagai upaya untuk menuntaskan angka pengangguran di Kota Sukabumi.yang masih sangat besar, yakni 15.400 orang,” bebernya.

Wali Kota juga mengimbau kepada masyarakat kota Sukabumi yang belum bekerja untuk mengambil kesempatan yang bagus ini, supaya mendapat pekerjaan yang layak.

“Penempatan pekerja ini nantinya bukan hanya di perusahaan di daerah lain, namun juga mencakup pelayanan kerja sampai luar negeri,” pungkasnya. (*/sya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *