Yoseph Yunansyah Resmi Nahkodai KONI Kota Sukabumi: Bukan Memiliki Cabor Tetapi Caborlah yang Memiliki KONI

SUKABUMITIMES.COM – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Sukabumi yang baru dilantik Yoseph Yunansyah menegaskan, bahwa bukan KONI yang memiliki cabang olahraga (cabor), tetapi caborlah yang memiliki KONI.

Hal ini diungkapkan Yoseph Yunansyah kepada sukabumitimes.com sesaat setelah dirinya beserta pengurus KONI kota Sukabumi dilantik bertempat di GOR Merdeka Kota Sukabumi pada Selasa (12/8/2025).

Ketua Umum KONI Kota Sukabumi ini menyebutkan maksud hal demikian bukan tanpa maksud. Tetapi diharapkan dengan cabor yang memiliki KONI, mereka akan mempunyai primordialisme yang tinggi. Apakah cabor itu ada atlet atau tidak, diajak untuk bersama-sama membangun kota Sukabumi.

“Jadi siapa yang mempunyai peluang untuk menag, kita dukung bareng-bareng. Jangan sampai cabor yang tidak ada peluang untuk menang kenapa harus memaksakan diri. Mendingan kita geser ke yang lain yang peluangnya lebih besar,” tegasnya.

Dirinya menegaskan, dalam pelantikan pengurus KONI Kota Sukabumi kali ini sengaja menampilkan beberapa cabor, seperti Drum Band, Barongsai, Taekwondo, Tarung Drajat, dan Tinju.

“Ini tidak lain sebagai bentuk penegasan bahwa semua itu ada dan eksis. Saat ini ada sekitar 50 Cabor yang ada dibawah naungan KONI,” tegasnya.

Ketika, Yoseph ditanya agenda apa yang akan dilakukan KONI dalam waktu dekat, dirinya menjalankan, bahwa agenda terdekat pada saat ini adanya Popda di bulan September.

“Meskipun itu diurusi oleh BAPOPSI, tetapi kita tetap berkoordinasi, karena cabor-cabor nya kan KONI yang membawahi,” jelasnya.

Nah, kalau dari segi anggaran, kita sudah berkoordinasi dengan pak wali, pak wakil juga dengan DPRD kota Sukabumi untuk bisa menambah anggaran.

“Bukan untuk saya tetapi untuk BK Porda atau BK Porprov,” tambahnya.

Masih ditempat yang sama, Ketua Umum KONI Jabar Muhammad Budiana mengatakan dengan kehadiran KONI kota Sukabumi kembali dibawah pimpinan Yoseph Yunansyah menjadi lebih baik lagi.

“Mudah-mudahan KONI Kota Sukabumi lebih bagus lagi kedepannya. Dan kami juga berterimakasih kepada ketua KONI yang lama pak Haikal yang telah membawa beberapa prestasi bagi kota Sukabumi,” kata Budiana setelah pelantikan pengurus KONI Kota Sukabumi pada Selasa (12/8/2025).

Budiana berharap kota Sukabumi nanti dapat mengikuti Babak Kualifikasi (BK) Porprov dengan hasil yang memuaskan.

“Menjelang babak kualifikasi (BK) Porprov nanti, semoga kota Sukabumi dapat mengikuti dengan penuh semangat,” harapnya.

Ketika ditanya terkait dengan anggaran KONI kota Sukabumi, Ketua Umum Budiana enggan berkomentar lebih dan menyerahkan kepada KONI kota Sukabumi.

“Karena ini masalah internal Kota Sukabumi,” tutupnya.

Semangat itu, Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana yang hadir mewakili wali kota Ayep Zaki terus mendorong KONI Kota Sukabumi terus mengedepankan integritas dan kompetensinya serta berkolaborasi dengan pemerintah.

“Pemerintah sangat mendukung berkembangnya cabor di kota Sukabumi, bukitnya banyak even yang telah diselenggarakan seperti pertandingan bola basket tingkat provinsi beberapa waktu lalu yang sudah lama tidak dilaksanakan, kemudian in line scape tingkat nasional, tinju, dan juga bulan September nanti akan ada BK Porprov,” ujar Bobby Maulana.

Bobby menjelaskan perihal banyaknya kejuaraan yang diselenggarakan oleh kota Sukabumi, karena mempunyai alasan tersendiri.

“Tidak lain karena kita berfokus pada peningkatan kapabilitas dan popularitas kota Sukabumi,” jelasnya.

Selain itu, dirinya mengakui bahwa kota Sukabumi itu mempunyai sumber daya manusia (SDM) atau atlet yang mumpuni.

“Atlet-atlet kota Sukabumi dari dulu dalam cabang olahraga sangat bagus, sepertinya trah dan darahnya memang bagus di bidang olahraga,” imbuhnya.

Mengapa kota Sukabumi membutuhkan popularitas? Ia menegaskan, karena kita mempunyai tantangan, yakni tahun 2026 Tol seksi tiga akan jadi. Apa yang akan kita sajikan kepada para wisatawan yang datang ke Sukabumi?

” Ekonomi kreatif yang akan terus kita galakkan dengan bekerja sama dengan kementerian, pembangunan infrastruktur yang akan terus berkelanjutan, begitu juga dengan olahragawan yang akan mengajak keluarganya datang ke Sukabumi dan menikmati semua sajian yang ada di kota Sukabumi,” terangnya.

Jadi diharapkan akan ada simbiosis mutualisme antara stakeholder yang ada, termasuk dari cabang olahraga.

“Makanya harus produktif, kita lihat di tahun 2026 cabor mana saja yang mengharumkan kota Sukabumi, atlet-atlet yang berprestasi, serta olahraga yang muncul kepermukaan itu yang akan kita dahulukan,” jelasnya.

“Tentunya tanpa membedakan dengan cabang olahraga yang lainnya. Kita akan berikan cabor yang lain untuk menunjukkan prestasinya. Sehingga ketika pemerintah memberikan hibah bisa tepat sasaran,” tekannya.

Bobby berharap, kedepannya tentu harus selektif, cabor mana saja yang akan mendapatkan support dari pemerintah.

“Ingat, jangan sampai pasif, kita buka pintu selebar-lebarnya, mau membuat even silakan. Pemerintah akan terus mensupport itu semua,” harapnya.

Untuk menuju kesana, pemerintah akan menyiapkan anggarannya melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Memang ada bantuan dari provinsi maupun pusat, namun itu sangat terbatas.

Kalau kita mau berdiri sendiri, makanya kita harus mempunyai rencana yang cukup kuat dan signifikan untuk mendorong itu semua.

“Nah, saat ini yang pekerjaan rumah kita adalah sarana dan prasarana olahraga, tentu semua itu membutuhkan anggaran yang kuat. Jangan Sampai Kota Sukabumi hanya mengandalkan bantuan dari provinsi dan pusat saja,” tekadnya.

“Kita Juga sudah berencana mau menaikkan dana hibah untuk bidang olahraga, dengan syarat PAD Kota Sukabumi di tahun 2025 mengalami kenaikan,” pungkasnya. (sya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *