SUKABUMITIMES.com – Berawal dari budidaya ubi di lingkungan permukiman, masyarakat Sunter Jaya kini memiliki peluang untuk mengembangkan potensi pertanian perkotaan menjadi produk pangan bernilai ekonomi.
Melalui peresmian Griya Tela Kreatif di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Pulo Besar, Kelurahan Sunter Jaya, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (RJBB) melalui Integrated Terminal (IT) Jakarta menghadirkan ruang pembelajaran sekaligus pengembangan usaha bagi masyarakat pada Kamis (5/11/2026).
Griya Tela Kreatif merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) Eco-Superstar (Economic-Ecological Initiative for Sunter Jaya Pertamina Sustainability and Resilience) yang telah berjalan sejak 2024. Melalui pendekatan ekonomi sirkular, ubi dibudidayakan oleh Kelompok Petani Pulo Jaya di delapan RPTRA di Kelurahan Sunter Jaya, kemudian diolah oleh Kelompok Racik Mina yang beranggotakan empat orang menjadi berbagai produk pangan bernilai tambah, seperti roti ubi, donat ubi, roti bluder, dan aneka jajanan pasar.
Kolaborasi ini menghubungkan kegiatan pertanian dengan pengolahan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Lebih dari sekadar fasilitas, Griya Tela Kreatif dihadirkan sebagai ruang bagi masyarakat untuk belajar, berkreasi, dan mengembangkan usaha berbasis potensi lokal. Peresmian ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng dan pengguntingan pita oleh Senior Supervisor CSR & SMEPP Dila Amanda Kenniza, dilanjutkan dengan tur fasilitas dan mencicipi produk olahan Racik Mina.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Lurah Sunter Jaya Lutfi Rachman, Kepala Subbagian Keuangan Kecamatan Tanjung Priok Edi Kusnadi yang mewakili Camat Tanjung Priok, serta pengurus PKK tingkat kecamatan dan kelurahan bersama tokoh masyarakat setempat.
Lurah Sunter Jaya, Lutfi Rachman, menyambut baik kehadiran Griya Tela Kreatif yang dinilai dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengembangkan keterampilan dan potensi ekonomi di lingkungannya.
“Kami berharap Griya Tela Kreatif dapat terus dimanfaatkan sebagai tempat belajar bersama bagi masyarakat Sunter Jaya. Program ini perlu dikembangkan agar semakin banyak warga mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan usaha dari potensi yang ada di lingkungannya,” ujar Lutfi.
Bagi Kelompok Racik Mina, kehadiran Griya Tela Kreatif menjadi kesempatan untuk memperluas pengenalan produk sekaligus mengembangkan kemandirian usaha. Local Hero Kelompok Racik Mina, Septi Puspitasari, mengungkapkan bahwa pendampingan Pertamina telah memberikan ruang bagi kelompoknya untuk terus bertumbuh.
“Kami ingin Racik Mina semakin berkembang dan mandiri dalam menjalankan usaha. Melalui Griya Tela Kreatif, kami juga ingin memperkenalkan olahan ubi yang kami buat kepada lebih banyak orang sekaligus membuka peluang penghasilan bagi warga lainnya,” ujar Septi.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Jawa Bagian Barat, Reno Fri Daryanto, menjelaskan bahwa Griya Tela Kreatif merupakan bagian dari komitmen Pertamina Patra Niaga dalam mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan potensi lokal yang berkelanjutan.
“Melalui fasilitas ini, kami ingin mendorong masyarakat agar tidak hanya mampu menghasilkan produk dari potensi pertanian di lingkungannya, tetapi juga mengembangkan produk tersebut menjadi peluang usaha yang memiliki nilai tambah. Kami berharap Griya Tela Kreatif dapat menjadi ruang tumbuh bagi UMKM, memperkuat keterampilan masyarakat, dan membuka kesempatan ekonomi yang lebih luas bagi warga Sunter Jaya,” ujar Reno.
Program Eco-Superstar sejalan dengan Asta Cita kedua dalam mendukung kemandirian pangan, pengembangan ekonomi hijau, serta penguatan kewirausahaan dan ekonomi masyarakat. Melalui Griya Tela Kreatif, Pertamina Patra Niaga berharap potensi pertanian perkotaan dapat terus berkembang menjadi sumber peluang ekonomi masyarakat.(*/sya)






























