SUKABUMITIMES.com – Detik-detik mencekam terjadi di turunan Cisarakan, Desa Buniwangi, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Senin (26/10/2026) siang.
Sebuah truk box pengangkut pupuk bernomor polisi T 8303 NM menabrak tebing hingga terguling di tengah jalan. Dua orang di dalam kendaraan menjadi korban, bahkan sang sopir sempat terjepit badan mobil dan harus dievakuasi menggunakan peralatan khusus oleh tim gabungan.
Kecelakaan tunggal yang terjadi sekitar pukul 14.30 WIB itu bermula saat truk melaju dari arah Cikidang menuju Palabuhanratu. Ketika melintasi turunan Cisarakan, kendaraan tersebut diduga kehilangan kendali sebelum menghantam tebing dan terguling.
Benturan itu membuat posisi sopir terjepit di bagian depan kendaraan. Kaki kirinya tertahan badan mobil, sehingga petugas harus bekerja ekstra untuk membuka akses menuju korban. Sementara itu, seorang lainnya dilaporkan berhasil keluar dari kendaraan.
Seorang warga setempat, Iis (65), mengaku berada tidak jauh dari lokasi ketika insiden tersebut terjadi. Saat itu, ia tengah mengendarai sepeda motor dan tiba-tiba melihat truk terguling di hadapannya.
“Saya sedang bawa motor. Tiba-tiba ada mobil masuk ke situ. Saya tidak tahu apakah remnya blong atau bagaimana,” ujar Iis.
Ia mengaku terkejut melihat kejadian tersebut. Dari pengamatannya, salah seorang korban mengalami luka pada bagian wajah, sedangkan sopir masih terjepit di balik kemudi.
“Sopirnya seperti terjepit setir. Kalau yang satu lagi keluar dari mobil,” katanya.
Korpos Basarnas Sukabumi, Suryo Adianto, mengatakan pihaknya menerima laporan kecelakaan dari personel pemadam kebakaran. Informasi yang diterima menyebutkan seorang sopir masih terjepit di dalam kendaraan.
Setibanya di lokasi, tim langsung melakukan asesmen dan berupaya membuka akses untuk mengeluarkan korban.
“Kaki sebelah kiri korban terjepit badan mobil bagian depan. Sehingga kami mencoba membuka akses. Pertama, akses yang kami buka melalui pintu sebelah kanan,” jelas Suryo.
Lebih lanjut, Suryo mengatakan, upaya penyelamatan dilakukan secara bertahap. Setelah memastikan kaki kanan korban tidak lagi tersangkut, petugas berfokus membebaskan kaki kiri yang tertutup badan kendaraan. Tim Basarnas menggunakan peralatan combi tool. Sementara itu, personel Polres Sukabumi mengerahkan spreader dan alat penarik (winch) untuk membantu melepaskan korban dari himpitan kendaraan.
Setelah seluruh bagian tubuh korban berhasil dibebaskan, petugas menggunakan tandu spinal untuk mengeluarkannya. Korban kemudian diberikan bantuan oksigen sebelum dibawa ke RSUD Palabuhanratu untuk mendapatkan penanganan medis.
“Proses evakuasi melibatkan sembilan personel Basarnas Pos Sukabumi, Satlantas Polres Sukabumi, personel Samapta, tim medis Klinik Polres Sukabumi, petugas Damkar, serta sejumlah relawan,” tandasnya. (stm)
































