SUKABUMITIMES.com – Pembangunan infrastruktur melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0622 Kabupaten Sukabumi terus dikebut. Hingga Sabtu (24/10/2026), progres sasaran fisik dilaporkan mencapai 85 persen, sementara kegiatan nonfisik menyentuh angka 50 persen.
Untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai target dan menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat, Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Inspektorat Jenderal TNI Angkatan Darat (Itjenad) turun langsung meninjau pelaksanaan TMMD di Desa Mekarjaya, Kecamatan Ciemas.
Ketua Tim Wasev Itjenad, Kolonel Inf Mochamad Andi Prihantono, memimpin kunjungan tersebut dengan didampingi Komandan Kodim 0622 Kabupaten Sukabumi sekaligus Dansatgas TMMD ke-130, Letkol Inf Agung Ariwibowo.
Peninjauan ini menjadi bagian penting untuk mengevaluasi capaian pembangunan sekaligus memastikan kualitas pekerjaan tetap terjaga di tengah percepatan pelaksanaan program.
Salah satu sasaran fisik yang menunjukkan perkembangan signifikan adalah pengaspalan jalan penghubung Kampung Cikole menuju Kampung Bojonggadog sepanjang 2.200 meter dengan lebar 2,5 meter. Hingga pelaksanaan evaluasi, progres pengerjaannya telah mencapai 80 persen.
“Selain pembangunan jalan, TMMD ke-130 juga menyasar berbagai kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari rehabilitasi posyandu, pembangunan lima titik sumur bor, pembangunan tiga unit MCK, hingga rehabilitasi lima rumah tidak layak huni (Rutilahu,” Ketua Tim Wasev Itjenad, Kolonel Inf Mochamad Andi Prihantono dalam keteranganya.
“Program lainnya meliputi rehabilitasi jembatan, perbaikan sarana ibadah, penghijauan, serta penguatan ketahanan pangan,” sambungnya.
Berdasarkan laporan Dansatgas, lanjut Kolonel Inf Mochamad Andi Prihantono, satu titik sumur bor telah rampung 100 persen, sedangkan empat titik lainnya mencapai progres 40 persen. Pembangunan MCK tercatat 70 persen dan rehabilitasi lima unit Rutilahu mencapai 80 persen.
“Sementara itu, rehabilitasi jembatan dan program ketahanan pangan di lahan seluas satu hektare telah mencapai 100 persen. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya membuka akses masyarakat terhadap infrastruktur yang lebih memadai, sekaligus memperkuat pelayanan dasar di wilayah pedesaan,” paparnya.
Untuk itu, Kolonel Inf Mochamad Andi Prihantono mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi, jajaran TNI-Polri, instansi terkait, serta masyarakat yang terlibat aktif dalam pelaksanaan TMMD.
Menurutnya, TMMD merupakan program terpadu lintas sektoral yang mengintegrasikan peran TNI, pemerintah daerah, Polri, dan masyarakat untuk mempercepat pembangunan, terutama di wilayah yang masih membutuhkan peningkatan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat.
Namun, percepatan pekerjaan harus tetap dibarengi dengan kualitas hasil pembangunan dan koordinasi yang baik antarpihak.
“Laksanakan seluruh program sesuai dengan rencana dan ketentuan. Utamakan kualitas hasil pekerjaan, tingkatkan koordinasi dan kerja sama dengan semua pihak yang terlibat, serta optimalkan kegiatan nonfisik. Jadikan setiap temuan Tim Wasev sebagai bahan evaluasi dan perbaikan,” tegasnya.
“Ini penting agar setiap sasaran TMMD tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga dapat digunakan dan memberikan manfaat dalam jangka panjang,” ucapnya.
Sebelum melakukan peninjauan lapangan, Dansatgas TMMD ke-130 Letkol Inf Agung Ariwibowo memaparkan perkembangan program, mulai dari sasaran fisik dan nonfisik, dukungan anggaran, hingga capaian pembangunan.
“Pelaksanaan TMMD diawali dengan kegiatan Pra-TMMD pada 20 September hingga 11 Oktober 2026, sebelum resmi dibuka pada 13 Oktober 2026,” ujarmya.
Setelah menerima paparan di Posko TMMD Kampung Cikole sekitar pukul 09.57 WIB, Ketua Tim Wasev bersama rombongan meninjau sejumlah lokasi pembangunan di Desa Mekarjaya.
Lokasi tersebut meliputi rehabilitasi Posyandu di Kampung Sukadamai, pembangunan sumur bor di Kampung Cikiara, rehabilitasi masjid, pengaspalan jalan Cikole–Bojonggadog, rehabilitasi rumah tidak layak huni milik Herlan di Kampung Sukadamai, serta pembangunan sumur bor di Kampung Sukasirna.
Peninjauan dilakukan untuk mencocokkan perkembangan pekerjaan dengan perencanaan sekaligus melihat langsung manfaat program bagi masyarakat. (stm)

































