SUKABUMITIMES.com – Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (Perumda AM) Tirta Bumi Wibawa (TBW) Kota Sukabumi Dian Apriandi menyampaikan bahwa pihaknya saat ini baru menyelenggarakan tes potensi pegawai.
Menurutnya, Langkah ini diambil guna memetakan serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Perumda AM TBW.
“Tes ini sesuatu yang baru dan pertama bagi pegawai Perumda AM TBW Kota Sukabumi,” ujar Dian Apriandi saat diwawancarai sukabumitimes.com di lokasi kegiatan kantor BKPSDM pada Kamis (1/10/2026).
Sebanyak 78 pegawai ambil bagian dalam tes ini. Pelaksanaan ujian dibagi ke dalam dua gelombang untuk menjaga kelancaran dan efektivitas proses asesmen.
“Total sekarang 78, dibagi dua sesi. Masing-masing 39. 39 sesi satu, 39 [sesi dua],” jelas Dian.
Masih ditempat yang sama, Kepala BKPSDM Kota Sukabumi, Taufik Hidayah menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan atas instruksi langsung dari Wali Kota Sukabumi.
“Kita diminta, diperintahkan oleh Pak Wali untuk memfasilitasi pelaksanaan tes potensi sama manajerial sosial kultural. Itu ada di sistem asesmen kita, namanya Mansoskul. Tapi yang barusan kita teskan terlebih dahulu yaitu tes potensi,” ujar Taufik Hidayah saat ditemui usai kegiatan, Kamis (1/10/2026).
Taufik menjelaskan bahwa seluruh rangkaian tes difasilitasi menggunakan sistem berbasis Komputer (Computer Assisted Test / CAT) dengan standar pengujian yang baku.
“Kalau soal-soal kan memang sudah standar soal asesmen potensi. Jadi kita sudah memiliki bank soal itu di lembaga-lembaga asesmen. Dan kita pun memiliki, kita ada namanya di Simpeg Integrasi kita yang memang sering kita gunakan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, bagi Perumda AM TBW, uji potensi berbasis sistem terintegrasi ini merupakan pengalaman perdana.
“Bagi mereka, tes seperti ini memang baru kali pertama. Tetapi ya ini yang pertama kali untuk para pegawai Perumda Air Minum,” tambahnya.
Terkait dengan bentuk evaluasi, Taufik membeberkan bahwa hasil akhir dari tes CAT ini berupa nilai kuantitatif dengan rentang skala 0 hingga 100 yang terbagi ke dalam tiga kriteria utama.
“Output-nya itu tadi disampaikan Bapak juga memang kan kuantitatif. Jadi nilai, range 0 sampai dengan 100 dengan tiga kriteria: potensi kemampuan manajerial rendah, potensi dan kemampuan manajerial sedang, potensi dan kemampuan manajerial tinggi. Itu nanti penempatannya seperti itu. Jadi kalau dia contoh misalnya nilainya 86, berarti tinggi. Tapi kalau di bawah 70, berarti rendah atau sedang,” paparnya.
Ketika ditanya mengenai tindak lanjut bagi pegawai yang memperoleh nilai kurang optimal atau di bawah standar, Taufik menegaskan pihaknya akan melakukan evaluasi secara menyeluruh, termasuk pengujian pendukung.
“O kalau saran dari asesmen biasanya dilakukan evaluasi di sektor-sektor lainnya. Nanti mungkin akan ada evaluasi kenapa hasil tesnya rendah. Kita akan cek dari berbagai aspek yang lain, biasanya kita lengkapi dengan wawancara juga,” jelas Taufik.
Kendati demikian, BKPSDM menyerahkan sepenuhnya keputusan dan kebijakan pemanfaatan hasil tes tersebut kepada jajaran direksi Perumda AM TBW Kota Sukabumi.
“Mungkin juga enggak tahu lah nanti kita akan serahkan ke PDAM intinya, Pak Dir akan seperti apa nanti perlakuan terhadap yang nilainya di bawah. Tapi biasanya memang kami merekomendasikan juga,” tuturnya.
Ke depan, program asesmen dan pemetaan potensi pegawai ini tidak hanya berhenti di Perumda Air Minum saja, tetapi direncanakan menyasar BUMD milik Pemkot Sukabumi lainnya.
“Tadi kalau di sambutan Bapak mungkin ke BPR sama Waluya. Walaupun saya tadi cek kalau jumlah pegawai di BPR tidak sebanyak di Perumda Air Minum. Tapi prinsipnya bisa. Mau 5 orang, 10 orang, 15 orang,” pungkas Taufik. (sya)




























