SUKABUMITIMES.com – Niat seorang warga Kampung Tegallega, RT 001/RW 005, Desa Citarik, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, menangkap ikan di sungai pada Rabu (30/9/2026) pagi, justru berujung pada kejadian tak biasa.
Bukan ikan yang tersangkut di jala, melainkan seekor buaya. Warga bernama Moch Dendi Sukandi Yahya itu awalnya tidak menyangka jala yang ditebarnya di sungai bakal menangkap reptil berbahaya tersebut. Setelah mengetahui isi jalanya, ia kemudian berusaha mengamankan buaya itu dan membawanya ke rumah.
Situasi tersebut kemudian dilaporkan kepada petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Sukabumi untuk mendapatkan penanganan.
Kasi Pengendalian Operasi dan Komunikasi Penyelamatan DPKP Kabupaten Sukabumi, Tatang Sutarman, membenarkan adanya laporan evakuasi buaya dari rumah warga di wilayah Citarik.
“Pelapor saat hendak menangkap ikan di sungai menggunakan jala, ternyata yang tertangkap bukan ikan, melainkan seekor buaya,” ujar Tatang dalam keterangannya.
“Mendapat laporan melalui operator Damkar Cermat pada pukul 07.57 WIB, petugas Posko 1 langsung bergerak menuju lokasi,” sambungnya.
Tatang mengaku, tidak butuh waktu lama, petugas tiba di lokasi sekitar pukul 08.12 WIB. Tim kemudian melakukan penanganan dan evakuasi terhadap buaya tersebut. Proses penanganan berlangsung cepat. Sekitar pukul 08.15 WIB, operasi animal rescue tersebut dinyatakan selesai.
“Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa maupun korban luka. Seluruh petugas yang terlibat juga dilaporkan dalam kondisi selamat dan tidak terdapat kerugian material,” tegasnya.
Lebih lanjut, Tatang mengatakan, adapun petugas yang diterjunkan dalam evakuasi tersebut yakni Yusuf Eriyadi, Tatang Sutarman, Odih, Hendra Hermawan, Sandi Hermawan, dan Yoga Firmansyah.
“Kami menghimbau masyarakat agar tidak mencoba menangani sendiri satwa liar berbahaya, terutama ketika ditemukan di sekitar permukiman,” tuturnya.
“Jika menemukan satwa liar yang berpotensi membahayakan, warga disarankan segera melaporkannya kepada petugas berwenang agar proses evakuasi dapat dilakukan secara aman,” tandasnya. (stm)

































