SUKABUMITIMES.com – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (RJBB) melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Halim Perdanakusuma bersama kelompok binaan Ibu Menyulam, Program Pusaka Askara menggelar kegiatan Workshop dan Edukasi Seni Fashion Menyulam bagi Perempuan dan Lanjut Usia. Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (15/9/2026) di Duren Sawit, Jakarta Timur.
Kegiatan ini berkolaborasi dengan Pemerintah Kecamatan Duren Sawit dan dihadiri oleh 40 perwakilan ibu rumah tangga dan lanjut usia dari wilayah Kecamatan Duren Sawit.
Pusaka Askara merupakan program pemberdayaan masyarakat terintegrasi di Kelurahan Pondok Kopi, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, yang mendorong kemandirian pangan, pertumbuhan ekonomi lokal, dan pengelolaan limbah secara berkelanjutan.
Program ini telah melibatkan 29 anggota kelompok binaan, terdiri dari 10 lanjut usia dan 19 perempuan tulang punggung keluarga, dengan membuka alternatif pendapatan rata-rata Rp300.000 per orang per bulan serta mengelola 15-25 kg limbah tekstil rumah tangga menjadi produk seni fashion melalui teknik menyulam.
Kegiatan ini menghadirkan pelatihan kerajinan dan seni fashion dengan memanfaatkan limbah tekstil rumah tangga melalui teknik menyulam dan sashiko. Pelatihan ini memberikan peserta keterampilan baru yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah, sekaligus membuka peluang untuk meningkatkan pendapatan melalui usaha mikro.
Melalui pelatihan dan pendampingan pasca pelatihan, peserta juga mendapatkan pengetahuan dan pengalaman praktis dalam produksi, sehingga dapat mengembangkan keterampilan menyulam secara berkelanjutan, memanfaatkan limbah tekstil, serta memperkuat kemandirian ekonomi.
Salah satu lokal hero dari kelompok binaan Ibu Menyulam, Esther Odeani, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang bagi perempuan, khususnya ibu rumah tangga dan lanjut usia, untuk mengembangkan keterampilan yang dapat mendukung peran mereka dalam ekonomi keluarga.
“Melalui workshop dan edukasi yang diselenggarakan oleh Kelompok Ibu Menyulam bersama Pertamina, kami ingin memperluas dampak kepada lebih banyak perempuan, khususnya ibu rumah tangga dan lanjut usia, agar memiliki keterampilan yang dapat meningkatkan peran mereka dalam ekonomi keluarga. Dari hal sederhana seperti menjahit dan menyulam, dapat lahir karya yang bernilai sekaligus mendorong perempuan untuk semakin berdaya,” ujar Esther.
Salah satu peserta workshop dari Kelurahan Pondok Kopi, Hadijah, menyampaikan antusiasmenya mengikuti pelatihan yang dinilai memberikan manfaat bagi para peserta, baik dalam pengembangan keterampilan maupun interaksi sosial.
“Kegiatan ini sangat menarik untuk diikuti. Pelatihan yang diselenggarakan tidak hanya menambah keterampilan teknis, tetapi juga meningkatkan rasa percaya diri dan memperluas jejaring sosial kami. Kegiatan seperti ini memberikan kesempatan bagi perempuan untuk tetap produktif dan berkontribusi terhadap pendapatan keluarga melalui karya yang dihasilkan,” ujar Hadijah.
Dilain kesempatan, Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga RJBB, Reno Fri Daryanto, menyoroti mengenai keterlibatan Perempuan menjadi sentral dalam kegiatan pemberdayaan dan agenda Pembangunan berkelanjutan.
“Pertamina hadir dengan semangat inklusivitas dalam mendukung agenda pembangunan nasional terutama dalam melibatkan perempuan sebagai agen perubahan ekonomi di tingkat komunitas. Dengan menggabungkan keterampilan tradisional menyulam dan prinsip ekonomi sirkular, kami berharap dapat membuka peluang baru bagi peningkatan kesejahteraan keluarga sekaligus mengurangi beban lingkungan akibat sampah,” ujar Reno.
Program ini juga sejalan dalam mendukung pencapaian Asta Cita Presiden Republik Indonesia dengan fokus pada penguatan ekonomi rakyat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan penerapan prinsip Pembangunan berkelanjutan.
Informasi lebih lanjut terkait Pertamina Patra Niaga dapat mengunjungi www.pertaminapatraniaga.com, media sosial @pertaminapatraniaga, atau menghubungi Pertamina Contact Center 135. (*)





























