SUKABUMITIMES.com – Krisis air bersih yang melanda warga di empat kedusunan di Desa Sukamaju, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, mendapat perhatian Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa.
Saan melakukan kunjungan spesifik ke Desa Sukamaju, Kamis (10/9/2026), untuk melihat langsung kondisi masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih akibat kemarau panjang.
Kedatangan Saan turut disambut sejumlah unsur perangkat daerah Kabupaten Sukabumi, di antaranya Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Sendi Apriadi, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Eki Radiana, Wakapolres Sukabumi, serta jajaran Kodim 0622.
Dalam paparannya, Saan menilai persoalan krisis air tidak cukup ditangani melalui bantuan darurat berupa pendistribusian air bersih yang sifatnya sementara. Menurutnya, diperlukan langkah yang mampu menjamin ketersediaan air bagi masyarakat secara berkelanjutan.
“Kita harus mendorong program yang sifatnya jangka menengah dan panjang agar masyarakat memiliki kepastian akses terhadap air,” ujar Saan.
Salah satu alternatif yang sebelumnya dikaji adalah pembangunan sumur bor. Namun, opsi tersebut menghadapi kendala setelah dilakukan survei dengan melibatkan ahli geodesi. Hasil survei menunjukkan belum ditemukan sumber air hingga kedalaman sekitar 180 meter.
“Untuk sumur bor sudah kita survei dengan melibatkan ahli geodesi. Sampai kedalaman 180 meter belum ada sumber air,” katanya.
Dengan kondisi tersebut, Saan menyebut pembangunan jaringan pipanisasi dari sumber mata air menjadi salah satu alternatif yang dapat dipertimbangkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
Menurutnya, penyediaan jaringan air dari sumber mata air dapat menjadi solusi yang lebih berkelanjutan dibandingkan hanya mengandalkan distribusi air bersih saat terjadi kekeringan.
Pemdes Siapkan Pipanisasi 6 Kilometer
Sementara itu, Kepala Desa Sukamaju Jenal Abidin menyampaikan terima kasih atas perhatian dan rencana bantuan untuk mengatasi persoalan krisis air di wilayahnya.
Ia mengaku bersyukur atas kunjungan Saan Mustopa ke Desa Sukamaju dan perhatian yang diberikan terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
“Alhamdulillah, merupakan keberkahan tersendiri buat saya dan warga Desa Sukamaju atas kedatangan Wakil Ketua DPR RI Kang Saan Mustopa. Sangat luar biasa sekali sudah mau memberikan solusi atas krisis air yang terjadi di Desa Sukamaju,” ujarnya.
Ia menyebut Pemerintah Desa Sukamaju saat ini terus berupaya menangani persoalan ketersediaan air bersih, baik melalui langkah jangka pendek maupun program jangka panjang.
Salah satu upaya yang tengah dilakukan adalah normalisasi mata air di Cirendeu. Selain itu, pemerintah desa juga menyiapkan rencana pembangunan jaringan pipanisasi yang bersumber dari mata air Cisukawayana.
Jaringan tersebut direncanakan memiliki panjang sekitar enam kilometer untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
“Pipanisasi jalur Cisukawayana ini direncanakan sepanjang kurang lebih 6 km untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Untuk tahap awal, pemanfaatan air diprioritaskan bagi kebutuhan domestik atau rumah tangga warga terlebih dahulu,” ujarnya.
Untuk kebutuhan sektor pertanian, Jenal menjelaskan bahwa pemanfaatan air nantinya akan memanfaatkan saluran pembuangan dari penggunaan rumah tangga warga. Skema tersebut diharapkan dapat membuat pemanfaatan air lebih efisien sekaligus menjaga pemerataan kebutuhan air masyarakat.
Pemerintah Desa Sukamaju berharap proses pembangunan dan perbaikan sarana air bersih dapat berjalan lancar. Dengan demikian, krisis air yang selama ini dihadapi warga tidak hanya dapat ditangani saat terjadi kekeringan, tetapi juga dapat diselesaikan melalui sistem penyediaan air yang lebih berkelanjutan.
Kekeringan Melanda Sejumlah Wilayah
Kepala Disperkim Kabupaten Sukabumi Sendi Apriadi mengapresiasi perhatian Saan Mustopa terhadap persoalan air bersih yang dihadapi masyarakat Desa Sukamaju.
Sendi mengatakan, persoalan kekeringan tidak hanya terjadi di Sukamaju. Sejumlah wilayah lain di Kabupaten Sukabumi juga menghadapi persoalan serupa akibat kemarau.
“Ada 27 kecamatan di Sukabumi yang terdampak kekeringan, salah satunya Sukamaju, Cikakak,” ujar Sendi.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan air bersih membutuhkan penanganan yang tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga pembangunan infrastruktur yang mampu menjamin ketersediaan air dalam jangka panjang.
Sendi mengaku bantuan yang di dorong Saan Mustopa sangat membantu ditengah efisiensi anggaran di Kabupaten Sukabumi.
“Ya sangat membantu sekali,” imbuhnya. (stm)
































