KRL Bogor-Sukabumi Ditargetkan Tembus Cigombong 2027, KAI Siapkan Elektrifikasi Jalur

SUKABUMITIMES.com – Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menyampaikan, layanan Kereta Rel Listrik (KRL) rute Bogor hingga Sukabumi akan dikembangkan secara bertahap dan ditargetkan mulai melayani perjalanan sampai Stasiun Cigombong pada 2027.

Bobby mengatakan, perluasan layanan KRL tersebut merupakan bagian dari program besar PT KAI untuk menghadirkan transportasi massal berbasis rel yang lebih luas hingga wilayah Sukabumi, Jawa Barat.

“Ya, ini merupakan program pengembangan KRL sendiri, di mana dalam program besarnya nanti KRL akan sampai ke Sukabumi. Kemarin kan sudah ada jalur ganda (double track) sampai ke Cicurug-Cigombong,” ungkap Bobby kepada wartawan di Stasiun Bogor, Senin.

Menurut Bobby, pengembangan tidak dilakukan sekaligus, melainkan secara bertahap menyesuaikan kesiapan infrastruktur yang tersedia.

“Sehingga nanti merupakan program 2027 kami itu akan melakukan elektrifikasi sampai ke Stasiun Cigombong. Satu per satu dulu, sampai ke Cigombong baru kemudian dilanjutkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, keberadaan jalur ganda menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung peningkatan layanan kereta api lintas Bogor-Sukabumi. Dengan jalur tersebut, perjalanan kereta akan lebih efektif karena tidak perlu melakukan persilangan seperti sebelumnya.

Sebelumnya, Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Bandung bersama PT KAI Daop 1 Jakarta telah melakukan uji coba jalur ganda (double track) Cicurug-Paledang pada Senin (31/8/2026).

Uji coba tersebut menggunakan Lokomotif CC 300 tanpa penumpang untuk memastikan kesiapan jalur. Pengujian dilakukan melalui jalur hulu KA pada Km 02+6/7 antara Paledang-Batutulis lintas Bogor-Sukabumi.

Sementara itu, Endang menjelaskan bahwa keberadaan jalur ganda akan memberikan sejumlah manfaat, terutama dari sisi keselamatan dan peningkatan kapasitas perjalanan kereta api.

“Namun dengan adanya double track tidak perlu bersilang sehingga dari segi keselamatan perjalanan KA akan terjamin,” kata Endang.

Selain meningkatkan keselamatan, jalur ganda juga memungkinkan frekuensi perjalanan kereta api bertambah sesuai kebutuhan masyarakat.

“Selain itu kapasitas KA yang melintas juga bertambah, sehingga frekuensi KA per hari bisa ditingkatkan sesuai dengan demand yang ada,” tambahnya. (sya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed