SUKABUMITIMES.com – PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero) atau Jamkrindo terus memperkuat komitmennya dalam membangun masyarakat yang inklusif. Salah satunya melalui program pemberdayaan penyandang disabilitas bertajuk “Harmoni Karya Inklusif” yang digelar di Taman Cimanuk Adiarsa, Kabupaten Karawang, pada 21–23 Agustus 2026.
Mengusung subtema “Inklusif Berkarya Tanpa Batas, Bersama Merajut Masa Depan”, kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan, tetapi juga diarahkan untuk membuka akses ekonomi dan mendorong kemandirian penyandang disabilitas.
Sekretaris Perusahaan Jamkrindo, Akhmad Albaasithu, mengatakan pemberdayaan penyandang disabilitas harus dipandang sebagai upaya memberikan kesempatan yang setara agar setiap individu dapat berkembang, berkarya, dan memperoleh peluang dalam aktivitas ekonomi.
“Melalui Harmoni Karya Inklusif, kami ingin mendorong penyandang disabilitas agar semakin percaya diri dalam mengembangkan potensi, sekaligus membuka peluang agar karya mereka dapat memiliki nilai ekonomi,” ujar Akhmad dalam siaran pers, Minggu (6/9/2026).
Menurutnya, keberlanjutan menjadi salah satu aspek penting dalam program pemberdayaan. Oleh karena itu, keterampilan yang diperoleh peserta tidak hanya berhenti pada proses pelatihan, melainkan diarahkan agar dapat berkembang menjadi produk bernilai tambah dan memiliki peluang untuk masuk ke pasar.
Program Harmoni Karya Inklusif mencakup pelatihan membatik, pelatihan menjahit, serta pameran dan lomba hasil karya penyandang disabilitas.
Sebanyak 20 peserta mengikuti pelatihan membatik dengan materi pengembangan motif khas Karawang. Kegiatan tersebut kemudian dihubungkan dengan pelatihan menjahit melalui skema business matching.
“Kami ingin membangun ekosistem yang memungkinkan keterampilan berkembang menjadi kegiatan produktif. Karena itu, kami mempertemukan peserta pelatihan membatik dan menjahit melalui business matching agar kain yang dihasilkan dapat dikembangkan menjadi produk siap pakai,” lanjut Akhmad.
Melalui kolaborasi tersebut, kain batik hasil karya peserta diharapkan dapat diolah menjadi berbagai produk kreatif bernilai ekonomi, mulai dari pakaian, tas, aksesori hingga produk siap pakai lainnya.
Pendekatan itu sekaligus diharapkan mampu membangun rantai nilai usaha yang melibatkan penyandang disabilitas secara langsung, mulai dari proses produksi hingga pengembangan produk.
“Kami ingin agar program pemberdayaan tidak berhenti ketika pelatihan selesai. Ada proses lanjutan berupa kolaborasi, pengembangan produk, dan pengenalan karya kepada pasar. Dengan begitu, peserta memiliki peluang untuk terus berkarya dan semakin mandiri secara ekonomi,” ungkapnya.
Sebagai puncak kegiatan, Harmoni Karya Inklusif juga menghadirkan pameran dan lomba karya penyandang disabilitas. Beragam kegiatan digelar, mulai dari fashion show, display hasil karya, penjurian, penampilan seni hingga pemberian penghargaan kepada peserta.
Kegiatan tersebut menjadi ruang apresiasi sekaligus sarana untuk memperkenalkan karya penyandang disabilitas kepada masyarakat, pemerintah, dunia usaha, komunitas, hingga calon mitra pemasaran.
Akhmad berharap semakin banyak pihak memberikan perhatian terhadap potensi dan kualitas karya penyandang disabilitas.
“Melalui pameran dan apresiasi ini, kami berharap semakin banyak pihak melihat bahwa karya penyandang disabilitas memiliki kualitas dan potensi untuk dikembangkan. Inklusivitas akan menjadi semakin bermakna ketika masyarakat, pemerintah, dunia usaha, dan komunitas dapat bersama-sama membuka akses dan menciptakan kesempatan,” katanya.
Melalui Harmoni Karya Inklusif, Jamkrindo menegaskan bahwa pemberdayaan penyandang disabilitas tidak cukup hanya dengan memberikan ruang pelatihan. Lebih dari itu, diperlukan ekosistem yang mampu menghubungkan keterampilan, kreativitas, pengembangan produk, hingga akses pasar agar kemandirian ekonomi dapat tumbuh secara berkelanjutan.
PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero) atau Jamkrindo sendiri merupakan perusahaan penjaminan kredit yang tergabung dalam holding Indonesia Financial Group (IFG). Jamkrindo menyediakan berbagai produk penjaminan, baik program maupun non-program, termasuk penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR), kredit umum, kredit mikro, bank garansi, kredit konstruksi, pengadaan barang dan jasa, hingga berbagai layanan penjaminan lainnya. (uml)

































