SUKABUMITIMES.com — Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi Yoseph Sabarudin mengungkapkan kebakaran lahan terjadi di area belakang SMAN 2 Sukabumi, Jalan Karamat No. 93, Kelurahan Karamat, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi.
Yoseph mengatakan, kebakaran tersebut diketahui setelah karyawan SMAN 2 Sukabumi melihat adanya api dan asap di area belakang sekolah.
Hal tersebut disampaikan Yoseph kepada sukabumitimes.com melalui keterangan resminya pada Jumat (4/9/2026).
“Awalnya karyawan SMAN 2 melihat ada api dan asap di area belakang sekolah,” ujar Yoseph Sabarudin.
Menurutnya, sebelum api terlihat, sempat terdengar suara yang menyerupai bunyi petasan.
“Pertamanya terdengar seperti bunyi petasan. Setelah dilihat, api sudah merambat di area lahan tersebut,” ungkapnya.
Yoseph menyebut, api kemudian membakar lahan yang ditumbuhi rumpun bambu dengan luas area terdampak diperkirakan mencapai sekitar 50 meter persegi.
“Yang terbakar merupakan lahan rumpun bambu dengan luas kurang lebih 50 meter persegi,” katanya.
Meski demikian, Yoseph menegaskan belum dapat memastikan penyebab munculnya api.
“Untuk sementara ini penyebabnya belum diketahui, asal apinya dari mana juga masih belum diketahui,” jelasnya.
Dalam penanganannya, petugas langsung melakukan pengecekan ke lokasi, pendataan hingga penanganan kebakaran.
“Kami menerima laporan, kemudian dilakukan pengecekan ke lokasi, pendataan dan penanganan,” kata Yoseph.
Penanganan di lokasi melibatkan sejumlah unsur, mulai dari Damkar Kota Sukabumi, Kelurahan Karamat, Polsek Gunungpuyuh, Bhabinsa Gunungpuyuh, Kesbangpol, pihak SMAN 2 Sukabumi hingga relawan.
“Dalam penanganan di lapangan, ada Damkar Kota Sukabumi, unsur Kelurahan Karamat, Polsek Gunungpuyuh, Bhabinsa, Kesbangpol, pihak SMAN 2 dan para relawan,” tuturnya.
Yoseph memastikan tidak ada korban jiwa maupun warga yang terdampak akibat kejadian tersebut.
“Korban terdampak nihil,” tegasnya.
Begitu pula dengan warga yang harus mengungsi. “Untuk korban mengungsi juga nihil,” tambahnya.
Sementara itu, kebutuhan mendesak akibat kebakaran tersebut juga tidak ada.
“Kebutuhan mendesak nihil,” ujarnya.
Adapun mengenai kerugian atau taksiran kerusakan, BPBD Kota Sukabumi masih melakukan penghitungan.
“Untuk taksiran kerusakan masih dalam perhitungan,” pungkas Yoseph.
Berdasarkan pembaruan laporan BPBD Kota Sukabumi pada Jumat (4/9/2026) pukul 21.17 WIB, penanganan telah dilakukan dan situasi di lokasi dapat dikendalikan. (sya)































