Kabupaten Bogor Punya Populasi ABG Terbanyak di Indonesia, Sukabumi Masuk 10 Besar

SUKABUMITIMES.com — Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menjadi daerah dengan jumlah penduduk anak baru gede (ABG) atau remaja usia 13-19 tahun terbanyak di Indonesia.

Sebagaimana dikutip redaksi sukabumitimes.com pada Rabu (26/8/2026), berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah ABG di Kabupaten Bogor mencapai 454.799 orang.

Secara nasional, penduduk berusia 15-19 tahun tercatat mencapai 22,07 juta jiwa atau sekitar 7,8 persen dari total populasi Indonesia. Besarnya populasi remaja ini menunjukkan adanya potensi besar yang akan memasuki usia produktif dalam beberapa tahun mendatang.

Setelah Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung menempati posisi kedua dengan 329.253 orang. Berikutnya Kabupaten Tangerang, Banten, sebanyak 269.948 orang dan Kabupaten Bekasi sebanyak 259.231 orang.

Kota Jakarta Timur berada di posisi kelima dengan 233.590 orang, disusul Kabupaten Garut sebanyak 233.175 orang.

Kabupaten Sukabumi berada di posisi ketujuh dengan jumlah penduduk ABG mencapai 227.706 orang. Sementara itu, Kota Surabaya tercatat 222.924 orang, Kabupaten Cianjur 211.942 orang, dan Kota Bekasi 201.125 orang.

Dengan demikian, 10 daerah dengan jumlah penduduk ABG terbanyak tersebut seluruhnya berada di Pulau Jawa. Dominasi ini tidak terlepas dari konsentrasi penduduk Indonesia yang memang masih sangat besar di Pulau Jawa.

Besarnya populasi remaja juga menjadi peluang ekonomi. Dalam 5 hingga 15 tahun ke depan, kelompok tersebut akan memasuki usia produktif dan berpotensi memperbesar basis tenaga kerja serta mendorong pertumbuhan ekonomi.

Selain menjadi calon tenaga kerja, kelompok muda juga merupakan pasar konsumen yang besar untuk berbagai sektor, mulai dari makanan, pakaian, pendidikan, teknologi, hiburan, transportasi hingga layanan digital.

Populasi remaja yang besar juga berpotensi menjadi sumber inovasi dan kewirausahaan karena generasi muda cenderung lebih cepat beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Namun, besarnya populasi usia muda juga menjadi tantangan apabila tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan ketersediaan lapangan kerja.

Jika mampu terserap ke dunia kerja, peningkatan jumlah penduduk usia produktif dapat mengurangi beban ketergantungan dan menciptakan bonus demografi yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.

Sebaliknya, apabila tidak memiliki pekerjaan, pendapatan, maupun prospek masa depan yang memadai, besarnya populasi muda dapat memunculkan berbagai persoalan sosial.

Karena itu, tingginya jumlah remaja di wilayah seperti Kabupaten Bogor, Bandung, Bekasi, hingga Kabupaten Sukabumi perlu diikuti dengan investasi pada pendidikan, keterampilan, lapangan kerja dan pengembangan kewirausahaan generasi muda. (sya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *