SUKABUMITIMES.com – Tawuran yang diduga melibatkan dua kelompok geng motor di wilayah Kampung Inggris, Desa Sukaraja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Minggu (2/8/2026) dini hari, mengakibatkan dua warga yang tidak terlibat dalam aksi tersebut menjadi korban salah sasaran.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 04.00 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun, bentrokan bermula sekitar pukul 03.40 WIB di Jalan Raya depan Yomart Sukaraja. Massa yang terlibat tawuran kemudian bergeser hingga masuk ke kawasan Kampung Inggris dan situasi baru berangsur kondusif sekitar pukul 05.00 WIB.
Berdasarkan kronologi kejadian, tawuran diduga melibatkan dua kelompok geng motor, yakni kelompok All Star dan Neverdie, dengan jumlah massa diperkirakan mencapai sekitar 50 orang.
Di tengah bentrokan tersebut, terjadi dugaan tindak pidana pengeroyokan dan penganiayaan menggunakan senjata tajam terhadap dua warga yang kebetulan melintas di lokasi usai pulang bekerja.
Kedua korban diketahui bukan bagian dari kelompok yang bertikai. Mereka diduga dihadang oleh salah satu kelompok geng motor sebelum akhirnya diserang menggunakan senjata tajam hingga mengalami sejumlah luka.
Korban pertama diketahui bernama Dodis Johansyah (33), seorang karyawan swasta yang bekerja sebagai sopir truk tangki Pertamina. Warga Kampung Bayubud RT 02 RW 10, Desa Sukaraja, Kecamatan Sukaraja itu mengalami luka bacok di bagian kepala serta lengan kiri.
Sementara korban kedua, Dasep Buhori (32), karyawan swasta yang bekerja di perusahaan Nike dan berdomisili di Kampung Bayubud RT 03 RW 10, Desa Sukaraja, mengalami luka bacok di kepala dan kaki kiri, serta luka memar di lengan kiri.
Akibat luka yang diderita, kedua korban segera dievakuasi ke Rumah Sakit Hermina Sukabumi untuk mendapatkan penanganan medis.
Peristiwa tersebut sempat menimbulkan kepanikan warga sekitar karena bentrokan berlangsung di kawasan permukiman. Pergerakan massa yang berpindah lokasi dari Jalan Raya Sukaraja menuju Kampung Inggris membuat situasi di sekitar lokasi menjadi kacau.
Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku pengeroyokan dan penganiayaan serta menelusuri keterlibatan kedua kelompok geng motor yang diduga terlibat dalam tawuran tersebut. Polisi juga masih mendalami motif bentrokan dan mengumpulkan keterangan dari para saksi serta barang bukti di lokasi kejadian. (*/sya)































