Peringati Hari Anak Nasional, Kota Sukabumi Gaungkan Hak Anak di Festival Budaya Jabar

SUKABUMITIMES.com – Bunda Forum Anak Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memastikan terpenuhinya hak-hak anak serta memberikan perlindungan yang layak bagi setiap anak.

Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri Festival Kreasi Budaya Anak Jawa Barat dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tingkat Provinsi Jawa Barat di Teater Tertutup Dago Tea House, Bandung pada Jumat (31/7/2026).

Festival yang mengusung tema “Ngamumule Budaya Sunda, Ngawangun Generasi Emas” itu mempertemukan Bunda Forum Anak, Forum Anak Daerah, serta perwakilan kabupaten dan kota se-Jawa Barat.

Kegiatan ini menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Kota Sukabumi menampilkan tarian Wayang Sukuraga, seni budaya khas daerah yang mengandung nilai-nilai pendidikan karakter. Kesenian ini mengajarkan pentingnya menggunakan setiap anggota tubuh untuk berbuat baik dan menjalani kehidupan sesuai nilai-nilai kebenaran.

“Hari ini Kota Sukabumi menampilkan ciri khas daerah melalui tarian Wayang Sukuraga,” ujar Ranty.

Menurutnya, Wayang Sukuraga memiliki pesan moral yang kuat melalui filosofi “leumpang kudu lempeng”, yang berarti berjalan di jalan yang lurus. Nilai tersebut diharapkan dapat menjadi pedoman bagi anak-anak dalam menjalani kehidupan.

“Artinya jalan lurus. Mudah-mudahan setiap anak di Indonesia mendapatkan haknya dan mereka berhak dilindungi. Baik anak maupun perempuan, itu adalah tugas kita semua,” kata Ranty.

Selain penampilan Wayang Sukuraga, Festival Kreasi Budaya Anak Jawa Barat juga menampilkan berbagai pertunjukan seni budaya dari kabupaten dan kota se-Jawa Barat Barat. Sejumlah perlombaan turut digelar, di antaranya pencak silat, ngawih pupuh Sunda, hingga tari Merak. Dalam ajang tersebut, kontingen Kota Sukabumi berhasil meraih juara ketiga pada kategori tari Merak.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat ini diharapkan dapat memperkuat pelestarian budaya Sunda sekaligus menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat, kreativitas, dan karakter positif sebagai generasi penerus bangsa. (rus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *