SUKABUMITIMES.com – Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Sukabumi Yoseph Sabarudin mengungkapkan, cuaca ekstrem disertai angin kencang menyebabkan kerusakan pada empat bangunan rumah warga serta satu kamar di bagian kantor Koperasi BMT di Jalan Pelda Suryanta RT 01 RW 12, Kelurahan Nanggeleng, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, Senin (27/7/2026) sore.
“Telah terjadi kejadian bencana nonalam berupa cuaca ekstrem yang dipicu angin kencang di wilayah Kota Sukabumi. Dampaknya, empat bangunan mengalami kerusakan pada bagian atap dan saat ini sudah dilakukan penanganan oleh petugas BPBD,” ujar Yoseph Sabarudin.
Menurut Yoseph, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.45 WIB. Laporan diterima BPBD pada pukul 16.00 WIB dan tim langsung bergerak melakukan asesmen ke lokasi pada pukul 16.15 WIB.
“Begitu laporan kami terima, petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan, pendataan, sekaligus penanganan awal terhadap rumah-rumah yang terdampak,” katanya.
Ia menjelaskan, angin kencang menjadi penyebab utama kerusakan yang menimpa rumah warga dan bangunan kantor koperasi tersebut.
“Penyebab kejadian adalah angin kencang yang mengakibatkan bagian atap beberapa bangunan rusak. Hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi,” ungkap Yoseph
Data sementara BPBD mencatat rumah yang terdampak dihuni oleh beberapa kepala keluarga, yakni keluarga Pak Yusuf sebanyak 1 KK dengan 4 jiwa, keluarga Ibu Imas 1 KK 1 jiwa dan Heri Satori 1 KK 5 jiwa yang menempati satu rumah, keluarga Sandi Prima 1 KK 4 jiwa dan Robby 1 KK 1 jiwa yang juga menempati satu rumah, serta keluarga Lucky Indra sebanyak 1 KK dengan 5 jiwa.
“Pendataan terhadap seluruh warga terdampak telah selesai dilakukan. Saat ini sebagian atap rumah warga masih dalam kondisi terbuka sehingga membutuhkan penanganan lanjutan,” jelasnya.
Yosep mengatakan, BPBD masih melakukan penghitungan nilai kerusakan yang ditimbulkan akibat peristiwa tersebut.
“Untuk tafsiran kerusakan masih dalam proses penghitungan. Kebutuhan mendesak yang diperlukan saat ini adalah terpal untuk menutup bagian atap rumah yang rusak agar tidak semakin terdampak apabila hujan kembali turun,” ujarnya.
Dalam penanganan di lapangan, BPBD Kota Sukabumi telah melaksanakan serangkaian langkah mulai dari menerima laporan, melakukan pengecekan lokasi, pendataan, penanganan awal hingga melaporkan perkembangan kejadian kepada pimpinan.
“Situasi terakhir, pendataan sudah selesai atau clear. Namun sebagian atap rumah warga masih terbuka sehingga kami terus memantau perkembangan dan menyiapkan langkah penanganan berikutnya,” pungkas Yosep.
Berdasarkan pembaruan data BPBD Kota Sukabumi hingga Senin (27/7/2026) pukul 18.05 WIB, tidak terdapat korban jiwa maupun warga yang mengungsi akibat kejadian tersebut.
Petugas tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi. (sya)































