SUKABUMITIMES.com – Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bumi Wibawa (TBW) Kota Sukabumi, Dian Apriyandi, menyampaikan pihaknya bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih setelah menerima laporan krisis air yang dialami penghuni Panti Tuna Netra dan SLB A Budi Nurani di Kecamatan Baros Kota Sukabumi.
Selama hampir tiga pekan terakhir, sumber air yang biasa dimanfaatkan penghuni panti dan sekolah tersebut mengalami kekeringan sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari para penghuni dan siswa.
“Untuk saat ini mungkin kita bantu di pengiriman tangki terlebih dahulu. Nah selanjutnya mungkin kita akan membantu untuk jaringan perpipaannya,” ujar Dian Apriyandi saat meninjau lokasi, Rabu (17/6/2026).
Menurut Dian, bantuan yang diberikan tidak hanya berupa suplai air bersih melalui mobil tangki, tetapi juga dukungan jangka panjang berupa pemasangan sambungan baru jaringan air bersih.
“InsyaAllah dari PDAM kita akan bantu terkait pemasangan baru administrasinya. Jadi dibebaskan untuk terkait masalah pemasangannya,” katanya.
Ia menjelaskan, pembebasan biaya tersebut berlaku untuk pemasangan sambungan baru, sementara biaya pemakaian bulanan nantinya tetap menyesuaikan konsumsi air yang digunakan pihak sekolah dan panti.
“Itu untuk pasang barunya saja. Untuk ke depannya, bulanannya mungkin dari pihak SLB sesuai dengan pemakaian,” jelasnya.
Terkait kebutuhan air bersih saat ini, Dian memastikan PDAM siap menyesuaikan jumlah bantuan yang dibutuhkan di lapangan.
“Saat ini bagaimana kebutuhannya. Kalau memang satu tangki cukup, ya kita satu tangki. Kalau memang keperluannya lebih dari satu tangki, insyaallah kita akan kirim lagi langsung,” tegas Dian.
Ia menambahkan, langkah cepat tersebut merupakan bentuk komitmen pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam penanganan kebutuhan dasar air bersih.
“Ini bentuk respon dan action kita. Khusus untuk masyarakat Sukabumi, seperti yang disampaikan Bapak Wali Kota Sukabumi, kita harus respon cepat terhadap permasalahan, khususnya di bidang kami yaitu air bersih,” ungkapnya.
Sementara itu, Komandan Regu BPBD Kota Sukabumi, Kusnawan, mengatakan pihaknya langsung melakukan monitoring setelah menerima informasi adanya krisis air bersih di wilayah Sudajaya Hilir, termasuk di lingkungan Panti Tuna Netra dan SLB Budi Nurani.
“Untuk penanggulangan krisis air, terutama air bersih, ini memang sangat penting karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” kata Kusnawan.
Menurutnya, BPBD bersama PDAM segera turun ke lapangan untuk memastikan kondisi yang terjadi sekaligus menghitung kebutuhan air bersih yang diperlukan.
“Sesuai arahan pimpinan, langkah pertama yang kami lakukan adalah monitoring terkait kuota dan volume kebutuhan air tersebut. Alhamdulillah kami bersama PDAM langsung ke lokasi,” ujarnya.
Dari hasil pemantauan, BPBD menemukan bahwa dampak kekeringan mulai dirasakan di sejumlah wilayah Kota Sukabumi.
“Ternyata informasi kekeringan itu sudah mulai di Kota Sukabumi, terutama di wilayah Kelurahan Sudajaya Hilir, termasuk di sekolah SLB dan panti ini,” jelasnya.
Kusnawan mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan PDAM dalam menyalurkan bantuan air bersih kepada para penghuni panti dan siswa SLB.
“Alhamdulillah untuk sementara kita support dari PDAM dan bantuan air bersih sudah datang. Ke depan kami masih menggali informasi terkait penanganan yang berkelanjutan,” katanya.
Ia menegaskan BPBD siap berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menangani potensi kekeringan yang terjadi selama musim kemarau di Kota Sukabumi.
“InsyaAllah kami dari BPBD siap men-support apabila terjadi kekeringan di wilayah Kota Sukabumi. Kami akan terus bekerja sama dengan PDAM terkait penanganan kekeringan itu sendiri,” pungkas Kusnawan. (sya)






























