SUKABUMITIMES.com – Di tengah anggapan bahwa sektor pertanian kurang diminati generasi muda, seorang petani milenial asal Kabupaten Sukabumi justru membuktikan sebaliknya.
Jaenal Abidin (33), warga Kampung Sukasirna, Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran, berhasil mengharumkan nama daerah setelah meraih peringkat keenam nasional dalam Grand Final Young Ambassador Agriculture (YAA) 2026.
Prestasi membanggakan tersebut diraih Ketua Umum Waluran Green Farmer (WGF) setelah melalui persaingan ketat dengan ratusan peserta dari berbagai wilayah Indonesia. Ajang bergengsi itu merupakan program yang diinisiasi Kementerian Pertanian melalui Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS), bekerja sama dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD) dan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian.
“Pengumuman pemenang dilaksanakan pada Rabu malam (20/5/2026) di Kompleks Surya Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Ciawi, setelah seluruh tahapan penjurian selesai,” ujar Jenal.
“Acara tersebut turut dihadiri Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian, dr. Idha Widi Arsanti dan unsur lainnya,” sambungnya.
Jenal mengaku, perjalanan menuju panggung nasional tidaklah mudah. Dari ratusan peserta yang mengikuti seleksi, hanya 30 orang yang berhasil melaju ke babak grand final. Selanjutnya, peserta kembali disaring hingga tersisa 20 finalis terbaik tingkat nasional.
“Penjurian dilakukan secara offline mulai Selasa malam hingga Rabu sore. Dari lima perwakilan Jawa Barat yang lolos ke babak akhir, hanya satu yang berhasil dikukuhkan, yaitu saya dari Kabupaten Sukabumi,” ungkap Jenal.
Keberhasilan tersebut, lanjut Jenal menjadi kebanggaan tersendiri, bukan hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi, khususnya para pelaku pertanian muda yang selama ini berjuang mengembangkan sektor pertanian di wilayah selatan Sukabumi.
Jaenal menegaskan pencapaian itu tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Dinas Pertanian, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Waluran, Forkopimcam, pemerintah desa, hingga seluruh anggota Waluran Green Farmer yang selama ini mendampinginya.
“Alhamdulillah, berkat dukungan seluruh stakeholder, kami bisa berbicara tentang pertanian di level nasional. Ini bukan sesuatu yang mudah. Perlu proses panjang, kerja keras, dan komitmen yang kuat, terutama bagi generasi milenial yang ingin berkembang di bidang pertanian,” katanya.
Lebih jauh, Jaenal berharap prestasi yang diraihnya dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak muda untuk tidak ragu memilih sektor pertanian sebagai bidang usaha maupun profesi masa depan. Menurutnya, pertanian memiliki potensi besar apabila dikelola dengan inovasi, kreativitas, dan pemanfaatan teknologi yang tepat.
“Jangan pernah putus asa. Anak muda harus optimistis dan berani terjun ke dunia pertanian. Banyak peluang yang bisa dikembangkan melalui inovasi dan kreativitas,” tegasnya.
Seperti diketahui sebelumnya, semangat perubahan dari pelosok selatan Kabupaten Sukabumi berhasil mengantar Jenal Abidin, petani milenial asal Kampung Sukasirna, Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran, menembus babak Grand Final Young Ambassador Agriculture (YAA) 2026 tingkat nasional.
Jenal Abidin yang juga sebagai Ketua Umum Waluran Green Farmer (WGF) menjadi satu dari 30 finalis terbaik se-Indonesia dalam ajang bergengsi yang diinisiasi Kementerian Pertanian melalui program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS), International Fund for Agricultural Development (IFAD), dan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP).
Di balik pencapaian tersebut, tersimpan kisah perjuangan yang tidak mudah. Jenal mengaku terjun ke dunia pertanian berawal dari rasa prihatin melihat kondisi generasi muda di wilayahnya yang banyak meninggalkan sektor pertanian dan beralih menjadi pekerja tambang ilegal. (stm)





























