SUKABUMITIMES.com – Jamkrindo kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui keterlibatan dalam Program Kolaborasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BUMN Tahap II yang digelar di Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat Daya.
Program ini berlangsung pada 22–24 April 2026 dan melibatkan 15 BUMN dalam upaya bersama memberikan dampak nyata bagi masyarakat di wilayah 3T.
Kegiatan ini difokuskan pada dua kampung, yaitu Kampung Mutus dan Kampung Manyaifun, yang memiliki tantangan aksesibilitas cukup tinggi.
Melalui pendekatan kolaboratif, program ini diarahkan untuk memperkuat kemandirian masyarakat berbasis potensi lokal sekaligus meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh.
Dari sisi ekonomi, program ini menghadirkan berbagai pelatihan dan pendampingan seperti penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pelatihan serta sertifikasi selam, dan pengembangan kelompok usaha masyarakat.
Hasilnya, terjadi peningkatan kapasitas usaha yang berdampak pada kenaikan pendapatan warga hingga sekitar 87,5 persen.
Selain pemberdayaan ekonomi, aspek lingkungan juga menjadi perhatian utama. Program ini mencakup penanaman 2.000 bibit mangrove serta rehabilitasi 650 fragmen terumbu karang di area seluas 225 meter persegi.
Edukasi lingkungan turut diberikan kepada masyarakat dan pelajar untuk menumbuhkan kesadaran menjaga ekosistem pesisir.
Di bidang sosial, program ini memberikan manfaat langsung bagi warga melalui penyediaan listrik untuk 178 rumah di dua kampung tersebut.
Selain itu, dilakukan pula renovasi fasilitas pendidikan di beberapa sekolah serta perbaikan sarana ibadah guna mendukung kualitas hidup masyarakat.
Plt Sekretaris Perusahaan Jamkrindo, Agustinus Handoko, menegaskan bahwa keterlibatan perusahaan dalam program TJSL ini merupakan bentuk kontribusi nyata di luar fungsi bisnis utama sebagai penjamin kredit.
“Kolaborasi lintas BUMN dinilai mampu memperkuat efektivitas program agar lebih terukur dan berkelanjutan,” kata dia, Kamis (30/4).
Dengan berbagai intervensi tersebut, Program Kolaborasi TJSL BUMN di Raja Ampat diharapkan tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga menjadi model pembangunan berkelanjutan yang dapat direplikasi di berbagai wilayah Indonesia, khususnya daerah 3T, tambahnya. (*/uml)


























