SUKABUMITIMES.com — Masyarakat di wilayah Sukabumi dan sebagian besar Jawa Barat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem pada Selasa, 7 April 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan adanya hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang berpotensi disertai kilat atau petir serta angin kencang, terutama pada siang hingga malam hari.
Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Jawa Barat dalam keterangannya menegaskan bahwa dinamika atmosfer saat ini masih cukup aktif, sehingga memicu pertumbuhan awan hujan di berbagai wilayah.
“Untuk wilayah Sukabumi dan sekitarnya, pagi hari umumnya diawali dengan kondisi cerah berawan hingga berawan. Namun memasuki siang dan sore hari, terdapat potensi hujan ringan hingga sedang yang bisa meluas,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi ini tidak merata, tetapi bisa terjadi secara tiba-tiba di beberapa titik. “Karakter hujan di masa peralihan seperti sekarang cenderung lokal dan tidak merata, tetapi intensitasnya bisa meningkat dalam waktu singkat,” katanya.
BMKG juga mengingatkan adanya potensi hujan yang disertai kilat dan angin kencang di wilayah Kabupaten dan Kota Sukabumi, Bogor, Cianjur, hingga Bandung Raya. Kondisi ini dipicu oleh kelembapan udara yang cukup tinggi serta labilitas atmosfer di wilayah Jawa Barat.
“Warga perlu mewaspadai potensi hujan disertai petir dan angin kencang pada skala lokal, terutama pada siang hingga menjelang malam hari,” jelasnya.
Secara rinci, prakiraan cuaca di wilayah Sukabumi pada 7 April 2026 adalah sebagai berikut:
Pagi hari: Cerah berawan hingga berawan
Siang hingga sore: Berpotensi hujan ringan hingga sedang
Malam hari: Berawan, masih berpeluang hujan ringan di beberapa titik
Dini hari: Umumnya berawan
Suhu udara di wilayah Sukabumi diperkirakan berkisar antara 21 hingga 30 derajat Celsius, dengan kelembapan udara cukup tinggi, yakni antara 65 hingga 95 persen.
BMKG menegaskan bahwa kondisi ini merupakan bagian dari masa peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau. Pada periode ini, potensi cuaca ekstrem justru lebih sering terjadi.
“Periode pancaroba seperti sekarang identik dengan perubahan cuaca yang cepat. Pagi bisa cerah, tetapi siang hingga sore tiba-tiba turun hujan lebat disertai angin,” ungkapnya.
Selain itu, BMKG juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir lokal, tanah longsor, hingga pohon tumbang.
“Bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, kami sarankan untuk selalu memantau informasi cuaca terkini dan mengantisipasi perubahan cuaca yang bisa terjadi sewaktu-waktu,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kesiapsiagaan masyarakat, terutama di wilayah rawan bencana. “Warga yang tinggal di daerah lereng atau perbukitan perlu waspada terhadap potensi longsor, sementara di wilayah perkotaan perlu mengantisipasi genangan air akibat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat,” katanya.
BMKG memastikan akan terus memperbarui informasi cuaca secara berkala agar masyarakat dapat mengambil langkah antisipasi dengan cepat.
“Informasi prakiraan cuaca akan terus kami perbarui. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mengabaikan peringatan dini yang kami sampaikan,” pungkasnya. (*/sya)
























