Dari Sukabumi ke Panggung Dunia: Iklima Green dan Jejak Perjuangan Anak Muda untuk Iklim

SUKABUMITIMES.com — Nama Iklima Green bukan sekadar identitas, melainkan simbol perjalanan panjang seorang pelajar yang tumbuh dengan kesadaran kuat terhadap isu perubahan iklim. Lahir dari pasangan Deden Sobandi dan Ela Nirmala, Green membawa makna besar sejak awal kehidupannya, terinspirasi dari Konferensi Tingkat Tinggi Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Bali tahun 2007, yang menjadi titik awal ketertarikannya terhadap isu lingkungan global.

“Saya adalah Iklima Green, biasa disapa Green, dan nama saya terinspirasi dari Konferensi Tingkat Tinggi Iklim PBB di Bali pada 2007,” ujarnya, mengenang awal mula perjalanan yang kini membawanya ke berbagai panggung internasional.

Perjalanan akademiknya dimulai saat ia masuk SMAN 4 Sukabumi pada tahun 2023. Sejak awal, Green sudah menanamkan tekad besar untuk tidak hanya berprestasi di dalam kelas, tetapi juga memperluas pengalaman di luar sekolah, khususnya dalam bidang perubahan iklim.

Ia menyadari bahwa jalan yang ditempuh tidaklah mudah. Di tengah padatnya kegiatan internasional dan organisasi, Green tetap menjaga komitmennya sebagai pelajar.

“Untuk mencapai target prestasi selama tiga tahun, saya mempersiapkan diri sejak awal masuk kelas 10, membagi waktu antara belajar serius di kelas dan keterlibatan aktif di kegiatan eksternal,” tuturnya.

Kesibukan yang tinggi membuat waktu belajar di sekolah menjadi sangat berharga. Setiap hari, ia diantar-jemput oleh orang tuanya demi memastikan efisiensi waktu. Ketika berada di kelas, ia memanfaatkan setiap momen untuk fokus penuh pada pembelajaran. Disiplin dan manajemen waktu menjadi kunci keberhasilannya.

Prestasi Membanggakan

Kerja keras tersebut membuahkan hasil gemilang. Dalam bidang akademik dan kompetisi, Green berhasil meraih Juara 1 sekaligus Best Speaker dalam Lomba Debat Bahasa Inggris (NSDC) tingkat Kota Sukabumi. Tak hanya itu, ia juga menyabet gelar Pembicara Terbaik dan Juara 2 dalam Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI). Prestasi ini mengantarkannya untuk mewakili Kota Sukabumi ke tingkat yang lebih tinggi, menunjukkan kapasitasnya sebagai pelajar berprestasi dengan kemampuan komunikasi yang kuat.

Namun, kiprah Green tidak berhenti di tingkat lokal. Ia justru melangkah lebih jauh ke level internasional, aktif dalam berbagai konferensi dan organisasi yang berfokus pada perubahan iklim. Ia dipercaya sebagai Pemimpin Muda Perwakilan Indonesia dalam Children’s Climate and Disaster Risk Index (CCDRI) UNICEF, serta menjadi delegasi Indonesia dalam Youth Autumn Exchange di Waseda University, Jepang.

Selain itu, ia juga berperan sebagai QS ImpACT Climate Ambassador, penulis deklarasi dalam Youth Climate Conference (YCC) untuk Bappenas, hingga turut merancang kurikulum Climate Education & Mentorship bersama UN Women Indonesia dan Yayasan Kesejahteraan Hijau Indonesia. Keterlibatannya di organisasi seperti Climate Reality Project Indonesia dan Institute for Essential Services Reform (IESR) semakin memperkuat perannya sebagai representasi suara generasi muda dalam aksi iklim.

 

Dukungan Sekolah dan Harapan

Di tengah segala pencapaian tersebut, dukungan dari lingkungan sekolah menjadi faktor penting dalam perjalanannya. SMAN 4 Sukabumi dinilai memberikan ruang yang luas bagi Green untuk berkembang tanpa membatasi kreativitasnya.

Ia pun menyampaikan harapan untuk generasi berikutnya. “Semoga ke depannya lulusan SMAN 4 Sukabumi bisa terus berkembang dan lebih berani untuk berprestasi di mana saja selama hal tersebut positif,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Green juga menaruh harapan besar kepada pemerintah daerah. Ia menilai bahwa apresiasi terhadap prestasi anak muda, khususnya di bidang pendidikan dan lingkungan, perlu ditingkatkan.

“Harapannya, pemerintah Kota Sukabumi dapat lebih mengapresiasi prestasi anak-anak, memberikan dukungan yang baik bagi generasi muda, serta meningkatkan kesadaran masyarakat dan pemangku kebijakan terhadap masalah lingkungan,” tegasnya.

Dengan segudang pengalaman dan prestasi yang telah diraih, Green tidak berhenti bermimpi. Ia memiliki visi besar untuk masa depan, yakni menjadi konsultan iklim Indonesia yang aktif menyuarakan isu perubahan iklim di tingkat nasional maupun global.

Berikut deretan Prestasi Iklima Green: 

EXCHANGE & CONFERENCE

  1. Pemimpin Muda Perwakilan Indonesia – Children’s Climate and Disaster Risk Index (CCDRI), UNICEF Indonesia
  2. ⁠Lulusan terbaik & Project terbaik SDG Academy Malaysia
  3. Delegasi Indonesia – Youth Autumn Exchange, Waseda University, Jepang
  4. QS ImpACT Climate Ambassador, QS Quacquarelli Symonds
  5. Perwakilan Pemimpin untuk Iklim – Climate Reality Project Indonesia
  6. Perancang Kurikulum – Climate Education & Mentorship, UN Women Indonesia & Green Welfare Indonesia
  7. Peneliti Muda Child Lens – Plan International Indonesia
  8. Aktivis Muda untuk Iklim – Institute for Essential Services Reform (IESR)
  9. Youth Climate Conference (YCC) – Penulis Deklarasi untuk Bappenas (Kementerian PPN/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional)
  10. Perwakilan Pembicara Muda – Eco-Talk to DPR RI
  11. Delegasi Indonesia – Jakarta Model Congress

KEJUARAAN

  1. Juara 1 Lomba Debat Bahasa Inggris (NSDC), Kota Sukabumi
  2. Best Speaker Lomba Debat Bahasa Inggris (NSDC), Kota Sukabumi (mewakili ke tingkat Provinsi Jawa Barat)
  3. Pembicara terbaik Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI) Kota Sukabumi mewakili ke tingkat provinsi Jawa Barat
  4. ⁠Juara 2 Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI) (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *