Hujan Deras Picu Atap Rumah di Tipar Sukabumi Roboh, BPBD Ungkap Kondisi Bangunan Sudah Lapuk

SUKABUMITIMES.com – Peristiwa robohnya sebagian atap rumah kembali terjadi di wilayah Kota Sukabumi. Kali ini, insiden menimpa sebuah rumah milik warga di Jalan Tipar Gang Irawan, RT 04 RW 01, Kelurahan Tipar, Kecamatan Citamiang, pada Kamis (2/4/2026) malam sekitar pukul 19.00 WIB.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, Yosep Sabarudin, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan dari aparatur wilayah melalui call center BPBD.

“Kami menerima informasi dari pihak Kelurahan Tipar bahwa telah terjadi robohnya sebagian atap rumah milik warga atas nama Ibu Sri Helda Kadharti, usia 55 tahun,” ujar Yosep saat dikonfirmasi, Jumat (3/4/2026).

Menurut Yosep, setelah menerima laporan tersebut, tim BPBD Kota Sukabumi langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal.

“Tim langsung kami terjunkan ke lokasi kejadian untuk memastikan kondisi di lapangan. Setelah dilakukan peninjauan, benar bahwa sebagian atap rumah tersebut roboh,” jelasnya.

Ia menyebutkan, bagian rumah yang terdampak memiliki ukuran kurang lebih panjang 6 meter, lebar 4 meter, dan tinggi sekitar 3 meter. Beruntung, dalam kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa.

“Untuk luas area yang terdampak sekitar 6×4 meter. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, karena saat kejadian pemilik rumah dapat menyelamatkan diri,” katanya.

Lebih lanjut, Yosep menjelaskan bahwa faktor utama penyebab robohnya atap rumah diduga akibat kondisi bangunan yang sudah lapuk dan tidak lagi kokoh.

“Dari hasil assessment sementara, kondisi rumah memang sudah mengalami pelapukan, terutama pada bagian rangka atap, sehingga tidak mampu menahan beban, apalagi saat terjadi hujan,” ungkapnya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada, terutama bagi warga yang tinggal di rumah dengan kondisi bangunan yang sudah tua atau rapuh.

“Kami mengimbau warga agar rutin memeriksa kondisi rumahnya. Jika ada bagian yang sudah rapuh, sebaiknya segera diperbaiki untuk menghindari kejadian serupa,” tegas Yosep.

Dalam proses penanganan, sejumlah unsur turut terlibat, mulai dari BPBD Kota Sukabumi, DPRD Komisi II, pihak Kelurahan Tipar, Linmas, RT/RW, hingga warga setempat yang bahu-membahu membantu evakuasi dan pembersihan material.

“Kami juga berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk DPRD Komisi II dan unsur kewilayahan, agar penanganan bisa dilakukan secara maksimal,” tambahnya.

Sementara itu, warga sekitar turut membantu membersihkan puing-puing atap yang roboh. Gotong royong dilakukan untuk memastikan rumah korban tetap aman dan tidak membahayakan lingkungan sekitar.

Yosep menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan siap memberikan bantuan lanjutan jika dibutuhkan oleh korban.

“Kami akan terus memonitor kondisi di lapangan dan memastikan kebutuhan dasar korban dapat terpenuhi. Jika diperlukan, bantuan logistik maupun material akan kami upayakan,” pungkasnya. (*/sya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *