SUKABUMITIMES.com – Arus lalu lintas H+1 Lebaran 1447 Hijriah di ruas Jalan Siliwangi, tepatnya di depan Pos Operasi Ketupat Lodaya 2026 TMC Polres Sukabumi, mengalami lonjakan signifikan sejak Minggu (22/3/2026) hingga Senin (23/3/2026)
Kapolres Sukabumi, AKBP Dr. Samian, menyampaikan kepadatan didominasi kendaraan yang keluar dari gate exit Tol Parungkuda. Namun secara umum kondisi lalu lintas di wilayah hukum Polres Sukabumi masih dalam kategori aman dan terkendali, meski volume kendaraan meningkat tajam.
“Situasi lalu lintas aman terkendali, tetap bergerak walaupun tersendat. Peningkatan kendaraan sangat signifikan, bahkan melampaui puncak arus mudik,” ujarnya.
Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah kendaraan yang melintas melalui jalur tol fungsional hingga penutupan pukul 12.30 WIB tercatat sebanyak 3.871 unit.
Sementara itu, kendaraan yang keluar melalui gate exit Tol Parungkuda hingga pukul 15.00 WIB mencapai 7.300 unit.
Jumlah tersebut diprediksi terus bertambah hingga malam hari. Hingga penutupan pukul 24.00 WIB, volume kendaraan diperkirakan bisa menembus angka 15.000 unit.
Untuk mengurai kepadatan, petugas memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) di sejumlah titik. Skema ini diterapkan dari Simpang Ratu menuju exit Tol Parungkuda guna memperlancar arus kendaraan ke arah Cibadak.
Menurut Samian, kebijakan tersebut cukup efektif dalam mengurangi kepadatan serta memperlancar pergerakan kendaraan dari arah Cisaat menuju Cibadak dan Parungkuda.
Selain itu, pengoperasian Tol Bocimi Seksi 3 selama arus mudik dan balik juga berkontribusi dalam mengurangi beban kendaraan di jalur arteri. Namun, karena jalur tersebut bersifat fungsional dan ditutup pada pukul 12.30 WIB, arus kendaraan kembali menumpuk di exit Tol Parungkuda setelah penutupan.
“Terjadi bottle neck setelah keluar dari exit tol. Kendaraan masuk ke jalur arteri yang menyempit dari tiga lajur menjadi satu lajur di jembatan Parungkuda yang masih dalam tahap pembangunan,” jelasnya.
Kondisi ini menyebabkan ketidakseimbangan antara volume kendaraan dengan kapasitas jalan. Meski demikian, pihak kepolisian memastikan arus lalu lintas tetap berjalan dan tidak mengalami kemacetan total. Kapolres pun mengimbau para pengendara untuk tetap waspada dan mematuhi rekayasa lalu lintas yang telah diberlakukan, termasuk memanfaatkan jalur alternatif.
“Perhatikan rekayasa lalu lintas dan jalur alternatif seperti Puncak maupun jalur lain di Sukabumi agar tidak terjebak kemacetan,” pungkasnya. (stm)






























