SUKABUMITIMES.COM – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, meninjau langsung operasional layanan kemoterapi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R. Syamsudin, S.H. atau yang akrab dikenal sebagai RSUD Bunut, Kamis (9/1/2026).
Kunjungan ini menandai babak baru bagi dunia kesehatan di Sukabumi, di mana layanan kemoterapi kini resmi dapat diakses masyarakat menggunakan skema pembiayaan BPJS Kesehatan.
Akhiri Perjalanan Jauh Pasien Kanker
Selama bertahun-tahun, pasien kanker di wilayah Sukabumi harus menanggung beban ganda. Selain berjuang melawan penyakit, mereka terpaksa dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan tindakan medis.
Hal ini berdampak pada tingginya biaya akomodasi, terkurasnya waktu, hingga beban psikologis yang berat bagi pasien maupun keluarga.
“Ini langkah penting agar masyarakat Sukabumi tidak lagi harus berobat jauh hanya untuk mendapatkan layanan kanker yang berkelanjutan dan terjangkau,” ujar Ayep Zaki di sela peninjauannya.
Perjuangan Panjang Sejak 2025
Hadirnya fasilitas ini merupakan buah dari diplomasi dan persiapan matang. Ayep memaparkan kronologi terealisasinya layanan tersebut:
- November 2025: Pemerintah Kota Sukabumi beraudiensi langsung dengan Direktur Utama BPJS Kesehatan, dr. Ghufron Mukti, untuk mendorong kerja sama layanan kemoterapi.
- Masa Persiapan: Pemenuhan persyaratan ketat, mulai dari standarisasi fasilitas, kesiapan sumber daya manusia (SDM) spesialis, hingga sistem integrasi layanan.
- Desember 2025: Persetujuan resmi diterbitkan oleh pihak BPJS.
- Januari 2026: RSUD Bunut resmi beroperasi sebagai penyelenggara layanan kemoterapi BPJS.
“Alhamdulillah, hari ini layanan itu sudah bisa dimanfaatkan oleh warga Kota dan Kabupaten Sukabumi, bahkan masyarakat dari wilayah sekitar,” tambah Ayep, yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Sukabumi tersebut.
Komitmen Layanan Kesehatan Humanis
Ayep menegaskan bahwa kesehatan adalah hak dasar warga negara yang harus diwujudkan dalam aksi nyata, bukan sekadar regulasi di atas kertas. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memperkuat fasilitas dan tenaga medis di RSUD Bunut agar menjadi rumah sakit rujukan yang handal.
Dengan dibukanya layanan ini, RSUD Bunut kini menjadi simpul penting dalam pemerataan layanan kesehatan, khususnya untuk penyakit katastropik yang membutuhkan penanganan jangka panjang.
“Insyaallah, RSUD kita akan terus dikembangkan agar menjadi rumah sakit rujukan yang semakin lengkap, profesional, dan tetap humanis,” pungkasnya. (*/sya)






























