SUKABUMITIMES.COM – Munculnya keresahan masyarakat terkait pemakaian Lapang Merdeka (Lapdek) Kota Sukabumi yang tidak sesuai dengan peruntukannya, akhirnya membuat anggota DPRD Kota Sukabumi Danny Ramdhani angkat bicara.
Menurut Ketua DPD PKS Kota Sukabumi ini, jika berbicara tentang Lapdek, tentunya harus kembali mengetahui atau memahami fungsi dari Lapang Merdeka itu sendiri untuk apa.
“Lapang Merdeka itukan pada awalnya untuk kegiatan olahraga, mulai dari jalan kaki, lari, melakukan aktivitas atletik, senam, dan kemudian disampingnya ada kegiatan bola voli. skateboard, basket, dan lain sebagainya,” ujar Danny Ramdhani kepada sukabumitimes.com pada Sabtu (3/1/2026).
Terus fungsi yang selanjutnya dari Lapdek adalah untuk kegiatan Pemerintah Daerah (Pemda), seperti upacara bendera.
“Nah, juga unjuk memperingati hari besar, semisal tabligh Akbar, Sholat Ied, maupun kegiatan lainnya,” lanjut Danny.
Permasalahannya Sekarang adalah banyaknya kegiatan yang ada diluar dari kedua hal tersebut, tentu yang harus diperhatikan pemerintah adalah yang namanya Keamanan, Kebersihan, dan Kenyamanan. (K3).
“Kalau kita berkaca pada permasalahan saat ini, banyaknya pedagang, banyaknya yang merentalkan motor listrik, menyewakan motor, mobil kecil listrik misalnya, atau ada sound karaokean yang besar, dan lain sebagainya. Tentunya dikembalikan lagi kepada pemerintah daerah dan masyarakat, nyaman tidak? enak tidak? bersih tidak?” kata Danny
Untuk itu, anggota komisi 3 DPRD kota Sukabumi itu meminta kepada pemerintah supaya mengembalikan fungsi Lapdek sesuai dengan aturan yang ada.
“Apalagi sekarang munculnya pagar di sekeliling Lapdek. Semoga saja pemerintah punya niat baik, yakni agar mudah untuk dikontrol. Yang terpenting bagaimana pemerintah mampu mengedukasi kepada masyarakat,. Semoga lapdek bisa segera berfungsi sebagaimana mestinya,” tutupnya.
Sementara itu, salah satu pengunjung dan sekaligus pengguna fasilitas olahraga di Lapdek Aqsyal (23 tahun) asal Gunungpuyuh mengaku prihatin dan menyayangkan banyaknya wahana yang bukan pada tempatnya di sekitar Lapdek.
“Sebenarnya bukan hanya saya seorang yang merasa terganggu, banyaknya penyewaan sepeda listrik, suara sound karaoke saling bersahutan di setiap penjuru Lapdek ini mengganggu dan tentunya tidak sesuai dengan peruntukannya Lapdek,” pungkasnya. (sya)































